Bacaan Dzikir untuk Mengobati Rasa Sakit Hati dan Penawarnya Sesuai Ajaran Rasulullah

Dzikir Mengobati Rasa Sakit Hati (Foto :Parboaboa/Ratni)

PARBOABOA – Setiap orang pernah mengalami rasa sakit hati. Penyebab dari sakit hati cukup beragam. Ada yang merasa sakit hati karena dikecewakan oleh teman, bahkan ada juga yang merasa sakit hati karena keluarga sendiri.

Sakit hati merupakan perasaan yang wajar terjadi karena dalam menjalin interaksi dan hubungan dengan setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda – beda. Misalnya perbedaan pendapat dengan lawan bicara atau ada ucapan dari lawan bicara yang menyinggung dan sebagainya.

Namun perlu diketahui bahwa rasa sakit hati yang dipendam terlalu lama tidak akan baik untuk kesehatan mental. Perasaan sakit hati perlu diatasi dengan cara yang bijak, salah satunya dengan membaca dzikir dan berusaha untuk bersikap ikhlas agar mendapat ketenangan hati dan keutamaan dari rasa ikhlas tersebut. Rasulullah SAW juga mengajarkan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi penawar rasa sakit hati tersebut.

Nah, berikut ini adalah bacaan dzikir untuk mengobati rasa sakit hati yang bisa kamu amalkan dan penawar sakit hati dari Rasulullah SAW yang telah Parboaboa rangkum dari berbagai sumber.

Simak di bawah ini .

Bacaan Dzikir untuk Membalas Sakit Hati

Membalas sakit hati hendaknya tidak dilakukan dengan cara menyakiti orang yang membuat rasa sakit hati. Hal tersebut justru tidak ada bedanya antara kamu dengan orang tersebut. Bahkan dalam Islam pun tidak diajarkan untuk menyakiti sesama. Alangkah lebih baik jika sakit hati dibalas dengan doa yang membuat kamu semakin dekat dengan Allah SWT, mendapat perlindungan-Nya, dan tentu saja dapat menenangkan hati.

Berikut adalah bacaan dzikir untuk membalas sakit hati yang bisa diamalkan:

Dzikir untuk Mengobati Sakit Hati Pertama

Berikut adalah bacaan dzikir untuk mengobati sakit hati dengan memohon kepada Allah SWT agar diberikan pengganti yang lebih baik:

اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Allahuma ajurni fi mushibati wa akhlifli khaira minha.

Artinya: “ Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.”

Dzikir untuk Mengobati Sakit Hati yang Kedua

Berikut adalah bacaan dzikir untuk mengobati sakit hati dengan memohon kepada Allah SWT agar diberikan ketenangan dan diberikan rasa cukup atas segala pemberian Allah SWT:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Aalllahumm 'inni 'as'aluk nafsan bik mutmayinnatan, tumin biliqayika, watardaa biqadayika, wataqnai bieatayik.

Artinya: “ Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.”

Dzikir Mengobati Sakit Hati yang Ketiga

Berikut adalah bacaan dzikir untuk mengobati sakit hati dengan memohon kepada Allah SWT sebagai penolong dari segala hal yang buruk:

حَسْبِىَ اللّٰهُ لِدِيْنِىْ حَسْبِىَ اللّٰهُ لِدُنْيَايَ حَسْبِىَ اللّٰهُ لِمَنْ اَهَمَّنِىْ حَسْبِىَ اللّٰهُ لِمَنْ بَغَاعَلَىَّ حَسْبِىَ اللّٰهُ لِمَنْ كَادَنِىْ بِسُوْءٍوَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللّٰهِ

Hasbiyallaahu lidiinii, hasbiyallaahu lidunyaa, hasbiyallaahu liman ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa ‘alayya, hasbiyallaahu liman kaada nii bisuu-in walaa haula wDEalaa quwwata illaa billaahi.

Artinya: “ Cukuplah Allah (penolong) bagi agamaku, cukuplah Allah (penolong) bagi duniaku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap sesuatu yang menyusahkanku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap orang yang menganiayaku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap orang yang ingin berbuat jahat kepadaku, tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah.”

Penawar Sakit Hati yang Diajarkan Rasulullah SAW

Setelah mengetahui bacaan dzikir untuk mengobati sakit hati, kamu juga perlu mengetahui hal-hal yang bisa menjadi penawar dari sakit hati tersebut. Di mana penawar itu adalah apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Berikut adalah beberapa penawar sakit hati yang bisa kamu aplikasikan:

Bermuhasabah Diri

Penawar sakit hati yang pertama adalah dengan bermuhasabah diri. Saat merasa sakit hati, cobalah untuk memikirkan kembali dan merenungkannya sebelum kamu menyalahkan orang lain. Pikirkanlah kenapa orang tersebut bersikap seperti itu sehingga membuatmu sakit hati? Bisa saja sebelumnya kamu pernah berbuat kesalahan, yang mana kamu melewatkannya begitu saja.

Menjauhi Sifat Iri dan Dengki

Sifat iri dan dengki adalah kedua sifat yang tidak disukai Allah SWT. Sehingga sudah seharusnya hal tersebut dihindari dalam kehidupan ini. Mengingat sifat-sifat tersebut menjadi peluang agar setan bisa masuk ke dalam hati manusia. Sifat iri dan dengki yang berlebihan dan membuat iman semakin menipis bisa menjadikan seseorang melakukan segala cara demi tercapai keinginannya.

Memiliki Sifat Memaafkan

Islam mengajarkan agar selalu memaafkan sesama. Mengingat bahwa Allah SWT sendiri juga selalu memaafkan hamba – Nya selama ia mau bertobat dengan sungguh-sungguh. Jadi, kita sebagai manusia sudah sepatutnya untuk memaafkan orang lain yang berbuat salah.

Menghindari Sifat Amarah dan Keras Hati

Penawar sakit hati berikutnya adalah menghindari diri dari sifat amarah dan keras hati. Amarah yang muncul terkadang membuat seseorang menjadi lupa diri dan tidak sadar dengan apa yang dilakukannya. Bahkan bisa merusak benda hingga menyakiti orang lain.

Dalam kondisi seperti ini menandakan lemahnya akal dan tingginya hawa nafsu. Dengan begitu, ini menjadi kesempatan bagi setan untuk menggoda manusia.

Berprasangka Baik

Islam mengajarkan agar kita selalu berprasangka baik atau berhusnudzon. Hal ini pun dijelaskan dalam firman-Nya melalui surat Al-Hujurat ayat 12 berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12).

Sakit hati hendaknya tidak dibalas dengan menyakiti, tetapi dengan berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Demikianlah beberapa bacaan dzikir dan penawarnya untuk mengobati rasa sakit hati sesuai ajaran Rasulullah SAW yang dapat diamalkan dalam kehidupan. Semoga bermanfaat.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS