Camat Siantar Barat, Pardomuan Nasution memasangkan masker pada pelajar yang mengadakan pembelajaran pertemuan tatap muka.

Camat Siantar Barat Bubarkan Sekolah Yang Melakukan Proses Belajar Tatap Muka

maraden | Pendidikan | 03-08-2021

PARBOABOA, Pematangsiantar - Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di beberapa sekolah di Kecamatan Siantar Barat dibubarkan oleh camat Siantar barat beserta jajarannya.

Hal ini tekait kondisi Kota Pematangsiantar yang masih belum memungkinkan dalam menerapkan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka tekait pandemi Covid-19 dan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selain itu belum ada surat keputusan resmi dari dinas terkait yang mengijinkan diadakan proses tatap muka kegiatan belajar mengajar di Kota Pematangsiantar, khususnya Kecamatan Siantar Barat.

Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution bersama Lurah dan Personel Satpoll PP membubarkan kegiatan belajar mengajar (KBM) peroses tatap muka (PTM) di berbagai sekolah diwilayah Kecamatan Siantar Barat, pada Senin (2/8) pagi sekira jam 08.00 WIB.

"Iya betul, tadi pagi kita lakukan sidak karena dapat informasi ada sekolah yang masih memberlakukan proses belajar-mengajar. Jadi langsung kita bubarkan," ujar Camat yang dikonfirmasi, Senin (2/8/21) siang sekira jam 14.36 WIB melalui via pesan whatsapp

Sekolah yang dibubarkan diantaranya SD YPK (Yayasan Perguruan Keluarga) di Jalan Jawa, kemudaian Sekolah MBBA (Madrasah Dinyah Takmaliah Amaliyah) yang berada di Jalan Kotanopann dan Sekolah Taman Pendidikan Islam (TPI) yang ada di Jalan Jawa serta Sekolah YP-Teladan di Jalan Singosari, Kota Siantar.

"Kalau Sekolah YPK di Jalan Seram dan SMPN 4 Jalan Kartini memang kegiatan tapi hanya mahasiswa yang menjalani PPL (Program Praktik Pengalaman Lapangan). Itupun �tetap kami laksanakan pembinaan dan meminta komitmen sekolah untuk tidak melaksanakan pertemuan tatap muka," ujarnya.

Pardomuan melanjutkan, selain memberlakukan tatap muka, pihaknya juga banyak mendapati pelajar di sekolah-sekolah tersebut yang tidak mengenakan masker. Pihaknya pun langsung meminta Kepala Sekolah memulangkan siswa dan menelepon orang tua masing-masing siswa.

"Kita minta orang tua pelajar datang, karena banyak anak didik tidak menggunakan masker. Lalu kegiatan belajar tatap muka kami bubarkan. Kami juga membagikan dan memasangkan masker kepada mereka dan memastikan semua siswa pulang kerumah masing-masing," jelas Pardomuan.

Usai menyuruh pelajar pulang, Camat juga meminta agar Kepala Sekolah memegang komitmen untuk tidak melakukan pembelajaran deng tatap muka sampai proses belajar dapat diperbolehkan oleh pemerintah. Pardomuan menegaskan pihaknya akan terus melakukan sidak seperti ini secara rutin.

Tag : #pendidikan    #daerah    #covid19    #hukum   

Baca Juga