Keren! CES Tampilkan Alat yang Bisa Terjemahkan Tangisan Bayi

Ilustrasi bayi menangis, foto: Shutterstock.com/06photo

PARBOABOA - Di antara teknologi baru yang diluncurkan di CES 2023, ada satu perangkat untuk yang dapat menjawab keresahan orang tua, yakni 'mengapa bayi saya menangis?'. Perangkat itu adalah Q-bear.

Q-bear disebut sebagai 'AI Baby Crying Translator' yang dapat menganalisis dan mengenali kebutuhan bayi dari berbagai jenis tangisan untuk membantu orang tua bereaksi dengan lebih mudah.

Alat yang dibuat oleh perusahaan Taiwan ini dapat membedakan antara tangisan bayi karena lapar, popok basah, mengantuk, atau kebutuhan akan kenyamanan.

Perangkat yang disebut Q-bear ini dikembangkan oleh Quantum Music. Ia memiliki bentuk bulat berlapis silikon yang dilengkapi teknologi AI untuk menganalisis tangisan bayi.

Melalui tangisan, alat ini bisa menentukan apakah si bayi lapar, lelah, kurang nyaman, atau popok kotor. Q-bear bisa menganalisis tangisan itu hanya dalam waktu 10 detik dengan akurasi diklaim mencapai 95 persen.

Orang tua akan menerima notifikasi tentang tangisan bayi melalui aplikasi pendamping, termasuk memberitahu kenapa bayi mereka menangis.

Aplikasi ini juga menginformasikan orang tua soal tingkat kenyamanan bayi dan suhu kamar, sehingga mereka bisa memahami situasi kesehatan bayinya.

"Kami membuat Q-bear untuk membantu orang tua memahami bayi mereka dan memberikan lebih banyak dukungan kepada orang tua dan anak," kata CEO Quantum Music, Hikari Tsai, dikutip dari Daily Mail, Jumat (6/1/2023).

Desain Q-bear dilapisi dengan lapisan silikon sehingga memiliki permukaan yang lembut. Sekilas, perangkat ini seperti speaker yang berbentuk bulat dengan tali dan penyangga berukuran besar, sehingga bisa dipasang di tempat tidur bayi maupun stroller.

(Ket: Tampilan Q-bear, sumber: Viva.co)

Perusahaan pembuat Q-bear mengeklaim kemampuan alatnya itu akan semakin meningkat seiring dengan seringnya pengguna memakai Q-bear.

Selain menerjemahkan tangisan bayi, Q-bear juga diklaim mampu merekam tingkat kesehatan bayi. Misalnya seberapa tingkat kantuk bayi atau seberapa nyamannya bayi saat itu.

Kemampuan lainnya yaitu memutar lagu pengantar tidur secara otomatis, merekam suara orang tua dan memutarnya kembali ketika diperlukan, mendeteksi suhu kamar bayi hingga memberikan penerangan saat malam hari.

Q-bear juga mendukung asisten suara Alexa. Semua data yang dihimpun Q-bear dapat dilihat pengguna melalui aplikasi Q-bear, termasuk data pribadi sang bayi. Orang tua juga akan menerima notifikasi melalui aplikasi itu.

Selain menganalisis tangisan bayi, AI juga mampu mempelajari suara unik bayi dan menerjemahkannya menjadi lebih akurat sehingga bisa dipahami orang dewasa.

Kendati begitu, Qbear juga punya kelemahan, meski jarang tapi ada kalanya alat ini tidak bisa membaca tangisan bayi.

Saat ini Q-bear dipamerkan di Consumer Electronics Show di Las Vegas, pameran yang menampilkan produk dan teknologi terbaru dari industri elektronik.

Kalau sudah masuk Indonesia, mungkin para ibu bisa mencobanya untuk meringankan pekerjaan mengurus bayi.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS