Debat Pemilih Muda Jelang Debat Perdana Calon Presiden 2024

Daftar pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum 2024. (Sumber Foto: KPU)

PARBOABOA, Medan - Debat genit, sumbang, dan polos pemilih muda asal Medan. Jelang debat perdana Calon Presiden Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Selasa (12/12/2023).

Pemilih muda ini berharap jagoan mereka terpilih jadi presiden di Pemilu 2024.

Anies Baswedan

Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1: Anies Rasyid Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: PARBOABOA/Bina Karos)

Riuh rendah debat Anies Baswedan kena cap tukang umbar janji banyak beredar di ruang publik. Tetapi, bagi Arifin Ilham Syarif memiliki pandangan kokoh bahwa janji oleh politikus itu wajar saja.

“Janji itu kan wajar untuk setiap calon legislatif dan presiden dan sebagainya. Untuk janji-janji itu mungkin memerlukan estimasi waktu itu agak lama dari dia menjabatnya. Jadi saya percaya semua janji itu bakal terpenuhi. Walaupun dengan estimasi waktu yang agak meleset sebelumnya,” ujar pemuda 18 tahun ini.

Arifin Ilham Syarif masih keukeuh bakal memilih Anies Baswedan sebagai Presiden 2024 mendatang.

“Berdasarkan hati nurani saya sih memilih Bapak Anies,” ungkap mahasiswa program studi Ilmu Politik di Universitas Sumatera Utara kepada PARBOABOA, Senin 11 Desember kemarin.

Menurut sepemahamannya, Anies sudah mempunyai latar belakang politik baik sebelum-sebelumnya.

“Mulai dari Gubernur Jakarta seperti itu,” ujarnya singkat.

Kepada ketiga capres lainnya, sebagai pemilih muda memiliki pandangan, sebenarnya ketiga capres-cawapres memiliki kekurangan masing-masing. Lagi-lagi, ia lebih memilih Anies Baswedan dibandingkan Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.

“Saya berpikir mungkin saya memilih Capres (Anies Baswedan) yang memiliki kemungkinan buruknya lebih kecil,” jelasnya seraya senyum.

Bila Anies Baswedan terpilih menjadi Presiden Indonesia 2024. Ia juga memiliki harapan enggak muluk-muluk.

“Semoga janjinya yang lalu seperti di Gubernur Jakarta itu direalisasikan lebih cepat. Dan janji ke masyarakat Indonesia untuk calon presiden ini. Terus, semoga tetap merakyat,” tuturnya berharap.

Prabowo Subianto

Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2: Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. (Foto: PARBOABOA/Bina Karos)

Dua kali melihat Prabowo gagal pada Pilpres 2014 dan 2019. Mahasiswa fakultas hukum di Unversitas Dharma Agung ini akhirnya jatuh hati kepada sosok Prabowo Subianto 2024 mendatang.

“2024 nanti saya pilih Prabowo,” ujar Andi Putra Perjuangan Ndruru, 22 tahun, kepada PARBOABOA, Senin 11 Desember kemarin.

Ia kian jatuh hati saat Prabowo Subianto bergabung di Kabinet Indonesia Maju 2019. Jokowi sebagai presiden  pilihannya di bilik tempat pemungutan suara. Prabowo menduduki kursi Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Gibran Rakabuming Raka penambah mood booster-nya memilih Prabowo. Maklum, tak ikut risau saat polemik MK bahas batas usia Wakil Presiden Indonesia.

Apalagi sosok Gibran anak muda yang maju jadi wakil presiden. 

“Kita wajib syukur juga, bahwa memang jangan dibatasi soal umur. Bahwa yang muda itu adalah dari gerakan perubahan,” ungkapnya.

Meski pengagum Jokowi, ia tidak lagi mengikuti PDIP mengusung Ganjar-Mahfud sebagai capres-cawapres di Pemilu 2024. Menurutnya, Indonesia jangan sampai negara diatur oleh tekanan dari atasan.

“Pak Ganjar diusung oleh Partai PDI diketuai oleh Bu Megawati Soekarno Putri. Sebenarnya bukan masalah tekanan, tapi sama halnya nanti bila Pak Ganjar menang masih diusung oleh Partai PDI mungkin masih banyak tekanan dari partai-partai tersebut,” ujarnya diplomatis.

Sebagai pemilih muda, Andi juga menelusuri rekam jejak soal pelanggaran HAM sampai biduk rumah tangga Prabowo Subianto

Sebelumnya memang rekam jejak Prabowo pernah saya telusuri juga. Jadi ada kekerasan HAM katanya. Dan ada juga yang katanya tidak bisa mengurus rumah tangganya sendiri. Dan itu menjadi garda utama bahwa memang itulah menjadi penghalang Pak Prabowo untuk maju di Pilpres 2024,” ungkapnya.

Ia membela Prabowo, bahwa saat di militer ada rantai komando. Komando itu ada atasan. Jadi wajib mau tidak mau harus menjalankan perintah atasan.

Sedangkan urusan rumah tangga Prabowo bukan urusannya.

“Kita tahu Pak Prabowo sudah cerai dengan istrinya. Tapi, ia (Prabowo) masih bisa memimpin Indonesia ini.  Ia  tidak pernah mengharapkan cinta itu abadi. Tetapi cintanya kepada Indonesia itu akan abadi. Itu saja,” ujar Andi Putra Perjuangan Ndruru puitis.

Senada pemilih muda Willy berharap Prabowo Subianto menjadi Presiden Indonesia 2024.

“Satu kata untuk Prabowo. Prabowo gemoy,” ungkap pemuda 20 tahun, mahasiswa jurusan manajemen di Universitas Medan Area.

Ganjar Pranowo

Pasangan calon (Paslon) nomor urut 3:Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. (Foto: PARBOABOA/Bina Karos)

Usai berkontemplasi melihat kinerja Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta bermodal janji manis. Tapi tidak ikut manis hasil kinerjanya.

Ivan Christian Daeli, 20 tahun, hatinya bulat tidak memilih Anies Baswedan menjadi presiden di Pemilu 2024.

“Saya lihat kinerjanya (Anies) banyak janji-janji saja. Janjinya manis kali. Kata-katanya bagus tapi tidak ada praktiknya,” ungkapnya kepada PARBOABOA, Senin 11 Desember kemarin.

Ivan kian lempang memilih Ganjar Pranowo di Pemilihan Presiden 2024. Mahasiswa jurusan manajemen di Universitas Medan Area  itu memandang, lebih baik memilh calon presiden jalur sipil saja.

Lalu calon presiden cukup sekali maju tidak berkali-kali maju.

“Saya tidak menyukai bila presiden berlatar belakang profil TNI. Saya tidak memilih Prabowo karena saya lihat Pak Prabowo bukan hanya satu kali mencalonkan. Artinya dia itu haus jabatan terus mencoba-mencoba sampai berhasil. Makanya saya memilih Ganjar,” ujarnya lugas.

Kendati, ada debat sumbang menilai Ganjar Pranowo aktif hanya di media sosial. Pintar berinteraksi tapi sebenarnya realisasinya tidak.

Pemilih muda ini membela Ganjar. Ganjar, menurutnya, sudah teruji menjadi kepala daerah di Jawa tengah.

“Kalau menurut saya tetap memilih Ganjar. Karena saya sudah melihat bagaimana ia mengubah Jawa Tengah lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

“Satu kata untuk Ganjar. Keren,” tambahnya lagi.

Ia juga tak risau saat ada suara sumbang menyinggung Ganjar Pranowo pada suatu podcast membahas alasan Ganjar menonton video dewasa.

“Itu pribadi dia, tidak bisa dicampur urusan pribadi dengan negara. Itu kontradiksi,” ujarnya membela Ganjar Pranowo. Memang, sejak dahulu hingga sekarang, siapa pun capresnya ada saja pendukungnya.

Editor: Ferry Sabsidi
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS