Tema G20 Pendidikan (dok: Bank Indonesia)

Dianggap Berhasil Lakukan Tranformasi Pendidikan, Indonesia Jadi Contoh Baik di G20

Dimas | Pendidikan | 18-03-2022

PARBOABOA, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) mengadakan pertemuan pertama Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan G20 (Education Working Group/ EDWG), Selasa (15/3/2022).

Pada gelaran G20, Indonesia mendapat predikat yang sangat baik dari negara lain. Bahkan, Indonesia dijadikan sebagai contoh negara yang berhasil melakukan transformasi pendidikan di tengah badai pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Nantinya, Indonesia akan memimpin para negara anggota G20 untuk bergotong-royong mendiskusikan upaya-upaya yang dapat dilakukan guna menunjang dunia pendidikan melalui empat agenda prioritas.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Iwan Syahril, selaku Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20 (Chair of Education Working Group). Beliau mengatakan, Indonesia mampu melakukan transformasi pendidikan berbekal terobosan Merdeka Belajar yang transformatif.

Iwan menuturkan, gotong royong merupakan semangat utama Presidensi G20 Indonesia. Dalam tema yang diangkat, yaitu “Recover Together, Recover Stronger” atau “Pulih Bersama” entitas dan nilai luhur budaya bangsa Indonesia yakni gotong royong, sangat berhubungan erat dengan tema yang diusung tersebut.

“Pandemi COVID-19 mendorong adanya perubahan dan inovasi dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk sistem pendidikan. Tidak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia,” ucap Iwan dalam rilis Kemendikbudristek.

Iwan menegaskan, langkah bersama harus dilakukan guna menuntaskan masalah serta melahirkan solusi yang tepat dan juga inovatif di bidang pendidikan dan kebudayaan dalam skala global.

Dalam Presidensi G20 ini, Iwan juga mengajak dunia untuk bahu-membahu dan saling dukung untuk bisa pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dalam hal pendidikan dan kebudayaan.

“Pesan kuncinya adalah gotong royong, kerja sama. Karena itu, melalui Kelompok Kerja Pendidikan G20, Indonesia mengajak para negara anggota G20 untuk bergotong royong mendiskusikan upaya bagaimana menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas, dengan empat agenda prioritas yang kita angkat,” papar Iwan.

Terakhir, iwan menyampaikan bahwa Kemendikbudristek selaku pemimpin Kelompok Kerja Pendidikan G20 akan terus mengajak negara-negara anggota G20 untuk berkolaborasi dalam hal berbagi pengalaman, tantangan, saran, dan solusi bersama untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik.

"Kita percaya, dengan kolaborasi yang baik, realisasi hasil diskusi ini nantinya akan memberikan dampak signifikan dalam sistem pendidikan di dunia,” ucap Iwan.

Tag : #g20    #kemendikbudristek    #pendidikan    #covid-19    #edwg    #pulih bersama   

Baca Juga