Dinkes Bekasi Catat 554 Kasus HIV hingga Agustus 2022, Cegah Penularan dengan Bagi-bagi Alat Kontrasepsi

Ilustrasi kepedulian terhadap HIV/AIDS (Foto: Getty Images/iStockphoto)

PARBOABOA, Bekasi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat 554 kasus HIV sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2022. Kasus HIV terbanyak didominasi warga berusia 25-49 tahun dengan jumlah kasus terbanyak terjadi di bulan Agustus.

"Data kasus tahun ini ditemukan melalui hasil tes kepada warga berdomisili atau KTP Kota Bekasi maupun luar Bekasi yang tinggal di sini. 431 jiwa berjenis kelamin pria dan 123 wanita," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati, Jumat (16/09/2022).

Berdasarkan data, penderita HIV di Kota Bekasi didominasi warga berusia 25-49 tahun dengan 375 jiwa, kemudian rentang umur 20-24 tahun dengan 113 orang, lalu usia di atas 50 tahun dengan 44 kasus, dan 15-19 tahun dengan 14 kasus. Sementara empat kasus usia di bawah empat tahun.

Rincian 554 kasus HIV sepanjang tahun ini yakni, 65 kasus pada Januari, 69 kasus pada Februari, Maret ada 67 kasus, April 62 kasus, Mei 45 kasus, Juni 71 kasus, Juli 55 kasus, dan Agustus dengan 120 kasus.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membagikan 16.560 alat kontrasepsi sebagai salah satu upaya pencegahan penularan HIV.

Alat kontrasepsi diberikan ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan perawatan dukungan pengobatan HIV meliputi RSUD Cashbullah Abdul Madjid, RS Elisabeth, dan RS Ananda Bekasi.

Kemudian Puskesmas Perumnas II, Puskesmas Mustika Jaya, Puskesmas Karang Kitri, Puskesmas Pengasinan, Puskesmas Kali Abang Tengah, serta Puskesmas Jati Sampurna. Alat kontrasepsi tersebut kemudian didistribusikan ke pasangan diskordan HIV untuk memutus penularan pada pasangan.

"Penggunaan alat kontrasepsi mampu mengurangi risiko penularan virus HIV hingga 95 persen," kata Tanti.

Tanti menambahkan, langkah pencegahan lainnya adalah dengan percepatan koordinasi dan pelaporan kasus pada seluruh tim puskesmas dan rumah sakit.

Dilanjutkan dengan melaksanakan agenda lokakarya (workshop) bagi petugas di rumah sakit, lokakarya tripel eliminasi bagi ibu hamil, serta skrining kelompok berisiko yang masuk sasaran standar pelayanan minimal bidang kesehatan program HIV.

"Kami juga melakukan skrining dan edukasi terkait HIV setiap Ahad, saat pelaksanaan car free day. Edukasi ini melibatkan aktivis ataupun pegiat HIV," pungkas Tanti.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS