Diserang Varian Delta, Afsel Akan Lakukan Pembatasan

COVID-19 Varian Delta

Infeksi baru virus corona di Afrika Selatan tampaknya didominasi oleh varian Delta yang pertama kali muncul di India, saat gelombang ketiga melanda negara Afrika tersebut.Varian Delta virus Corona membuat angka positif di Afrika melonjak.

WHO mengatakan jumlah infeksi telah meningkat di Afrika selama enam minggu berturut-turut. Meningkat seperempat minggu ke minggu menjadi hampir 202.000 dalam minggu terakhir.Negara-negara Afrika menderita kekurangan vaksin COVID yang melumpuhkan. Afrika Selatan baru-baru ini menerima 1,4 juta dosis vaksin Pfizer melalui Fasilitas COVAX dan tambahan 1,2 juta dosis vaksin Johnson & Johnson, tambah presiden.Sejauh ini program vaksinasi di Afrika Selatan berjalan lambat, dengan hanya sekitar 2,7 juta dosis yang diberikan di antara total populasi 60 juta.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan, Afrika Selatan akan memperketat pembatasan Covid-19 selama 14 hari karena langkah penahanan saat ini tidak cukup untuk mengatasi kecepatan dan skala infeksi baru.

Afrika Selatan, yang paling terpukul di benua Afrika dalam hal kasus kematian yang tercatat, berada dalam cengkeraman gelombang ketiga infeksi. Permintaan oksigen di Afrika sekarang 50 persen lebih tinggi dari puncak gelombang pertama, setahun lalu. "Penyebaran varian yang lebih menular yang merajalela mendorong ancaman ke Afrika ke tingkat yang sama sekali baru," kata Moeti.

"Lebih banyak penularan berarti lebih banyak penyakit serius dan lebih banyak kematian, jadi semua orang harus bertindak sekarang dan meningkatkan tindakan pencegahan untuk menghentikan keadaan darurat menjadi tragedi," sambungnya.

"Satu varian baru tampaknya tidak hanya muncul, namun sepertinya mulai mendominasi infeksi di Afrika Selatan," ungkap Profesor Tulio de Oliveira dari Universitas KwaZulu-Natal saat konferensi pers."Mengambil alih habis-habisan," katanya. Dia menambahkan bahwa varian Delta lebih menular ketimbang varian Beta.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS