Raksasa teknologi Facebook mengumumkan telah mematikan sistem pengenalan wajah pengguna bulan ini dan menghapus 1 miliar wajah pengguna yang tersimpan di sistem itu, Selasa (2/10/2021).

Facebook Hapus Teknologi Pengenalan Wajah dan 1 Miliar Data Pengguna

Wanovy | Teknologi | 03-11-2021

Raksasa teknologi Facebook mengumumkan telah mematikan sistem pengenalan wajah pengguna bulan ini dan menghapus 1 miliar wajah pengguna yang tersimpan di sistem itu, Selasa (2/10/2021).

"Kami menutup sistem pengenalan wajah di Facebook. Orang yang telah menggunakan (sistem ini) tidak akan lagi dikenali secara otomatis pada foto dan video, dan kami akan menghapus lebih dari 1 miliar template pengenalan wajah individu," tulis Facebook dalam laman resminya.

Hal ini dilakukan karena adanya kekhawatiran masyarakat dan ketidakpastian regulasi. Saat ini hampir sepertiga dari pengguna aktif harian platform ini sudah setuju untuk menggunakan fitur pengenalan wajah Facebook.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Meta, perusahaan induk Facebook yang baru, mengumumkan bakal menghapus teknologi face recognition ini dari Facebook. Alhasil, lebih dari 1 miliar template data pengenalan wajah pengguna Facebook juga akan dihapus dari sistem.

Penghapusan pengenalan wajah oleh platform media sosial terbesar di dunia terjadi karena industri teknologi itu telah menghadapi perhitungan selama beberapa tahun terakhir atas etika penggunaan teknologi.

Kabar ini disampaikan langsung oleh VP Artificial Intelligence Facebook, Jerome Pesenti dalam sebuah postingan di blog resmi Meta.

"Dalam beberapa minggu mendatang, kami akan mematikan sistem pengenalan wajah di Facebook sebagai bagian dari langkah seluruh perusahaan untuk membatasi penggunaan pengenalan wajah dalam produk kami," kata Pesenti.

Penutupan pada sistem yang telah berjalan lebih dari satu dekade ini akan memberi dampak pada sepertiga pengguna Facebook yang mengaktifkan fitur ini.

Kendati demikian, penutupan yang dilakukan Facebook adalah sebuah langkah besar untuk mengubah teknologi kontroversial yang disematkan pada produknya ini.

Sebelumnya pengguna memiliki pilihan untuk menerima notifikasi otomatis ketika ada foto dan video mereka yang diposting oleh orang lain.

Terdapat sejumlah perubahan yang digarisbawahi oleh Presenti, seperti dikutip dari laman resmi Newsroom Meta, Rabu (3/11/2021). 

Pesenti mengatakan hilangnya fitur pengenalan wajah juga akan berdampak pada sejumlah fitur, seperti deskripsi otomatis untuk foto bagi pengguna yang buta atau mengalami masalah penglihatan.

Kemudian, pengguna juga tidak lagi dapat mengaktifkan face recognition untuk keperluan menandai (tagging) teman secara otomatis dalam foto atau video yang ada di Facebook.

Untuk diketahui, saat diperkenalkan pertama kali pada Desember 2010, fitur face recognition di Facebook ini bertujuan untuk memudahkan pengguna saat akan menandai (tagging) teman di foto atau video yang diunggah di Facebook.

Namun, teknologi pengenalan wajah yang telah maju dalam hal akurasi dan kemampuannya dalam beberapa tahun terakhir malah menjadi fokus perdebatan, karena dikhawatirkan disalahgunakan oleh pemerintah, penegak hukum, dan perusahaan.

Teknologi pengenalan wajah yang melakukan konversi pemindaian wajah menjadi data yang bisa diidentifikasi ini disebut menumbuhkan masalah privasi dan hak asasi manusia.

Teknologi yang dikembangkan Facebook ini disebut rentan melakukan kesalahan pada orang-orang dengan kulit berwarna.

Selain itu, dengan tidak adanya regulasi yang mengatur, sejumlah kota dan provinsi mulai melarang sistem pengenalan wajah digunakan oleh kepolisian dan pemerintah.

Facebook sendiri disebutkan hanya menggunakan teknologi face recognition di situsnya sendiri, dan tidak menjual teknologinya itu kepada pihak ketiga. Meski begitu, pengenalan wajah di Facebook tetap mendatangkan banyak keluhan.

Tag : teknologi, facebook, meta, tagging

Berita Terkait