Garmin Luncurkan D2 Match 1 Pro untuk Pilot

Garmin D2 Match 1 Pro, (Foto: garmin.com)

PARBOABOA - Garmin belum lama ini meluncurkan D2 Mach 1 Pro, jam tangan pintar yang sarat fitur, untuk pasar global. Seri Mach yang ditargetkan untuk orang-orang di industri penerbangan hadir dengan fitur menonjol yaitu senter internal.

Garmin D2 Mach 1 Pro baru merupakan penerus D2 Mach 1 yang diluncurkan tahun lalu. Perangkat wearable penerbang dengan bezel titanium 51mm. Senter memiliki kecerahan yang dapat disesuaikan dan dilengkapi sensor pulsa Ox.

Karena ditargetkan untuk para pilot, Garmin D2 Mach 1 menawarkan pengaturan tambahan seperti semua kunci yang dibutuhkan selama aktivitas penerbangan, termasuk informasi bandara, TUV/timezone, log penerbangan/laporan cuaca, serta altimeter, barometrik, sensor SpO2, jarum khusus HSI, dan Meteogram.

Tak hanya itu, Garmin D2 Mach 1 juga memiliki pengaturan untuk laporan METAR dan TAF yang bisa diatur notifikasi vibrasinya secara manual dengan koneksi langsung ke lokasi/titik jalan yang ditandai dalam database aeronautika global, sehingga pilot bisa mengetahui kapan harus mengganti saluran bahan bakar atau melakukan tugas penting lainnya.

Dari segi desain, Garmin D2 Mach 1 ini memiliki bentuk yang mirip dengan Garmin Epix generasi ke-2, dengan dial kristal safir, bingkai titanium, dan aksen sekrup yang timbul untuk estetikanya.

Untuk strapnya, smartwatch ini menggunakan dua jenis yang bisa dipilih pengguna, yakni strap berbahan kulit oxford brown atau bahan titanium.

Panel jamnya menggunakan layar AMOLED 1,3 inch dengan jarum UTC dan bezel 24 jam untuk dial, serta dilengkapi dengan tujuh bidang data yang bisa disesuaikan pengguna.

Secara operasional, pengguna tak hanya bisa menavigasi dengan kontrol seperti tombol tradisional pada bagian sisi, tetapi juga mengakses fitur seperti peta melalui tampilan UI pada layar sentuh yang responsif.

Layar Garmin D2 Mach 1 Pro menggunakan panel AMOLED bundar berukuran 1,4 (454 x 454 piksel). Dengan mode Red Shift, warna semua tampilan layar bisa berubah menjadi merah untuk mempermudah penggunaan di kondisi gelap seperti malam hari.

D2 Mach 1 Pro menyajikan fitur-fitur khusus untuk keperluan preflight, in-flight, dan postflight, termasuk akses database aeronautika global, HSI, serta peta Direct-to dan Moving yang semuanya bisa digunakan tanpa koneksi ke ponsel.

Ada juga rangkaian informasi cuaca NEXRAD, METAR, TAF, dan MOS, serta alert untuk hal lain terkait waktu dan jarak perjalanan, ketinggian, dan fuel timer.

Smartwatch ini secara otomatis akan mulai melacak penerbangan saat take off, kemudian mentransfer data tanggal, durasi, rute, dan total flight time ke logbook penggunanya di situs flyGarmin.com.

Dengan aplikasi Garmin Pilot, flight plan bisa ditransfer ke smartwatch. Penggunanya pun bisa melihat daftar waypoint di dalam rute penerbangan.

D2 Mach 1 Pro juga dapat mengakses informasi aneka status dari dashboard seperti bahan bakar dan kelistrikan saat sedang tidak berada di pesawat.

Garmin juga turut menyediakan sejumlah fitur untuk keperluan lain di luar penerbangan, termasuk tracking lebih dari 30 jenis kegiatan olahraga, ECG, dan health monitoring.

Smartwatch yang memiliki rating ketahanan terhadap air mencapai 10 ATM (100 meter) ini dipasarkan seharga 1.400 dollar AS atau sekitar Rp 22,3 juta di situs Garmin.

Editor: Wanovy
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS