Gempa Melanda Warung Sate Shinta: Nasi dan Minuman Masih Utuh di Meja Makan, Tetapi Orangnya Sudah Tidak Ada

Penulis : Rendi Ilhami | Nasional | 27-11-2022

Suasana pasca gempa di Restoran Sate Shinta, Cianjur pada Rabu (23/11/2022). (Foto: Parboaboa/Rendi Ilhami)

PARBOABOA, Jakarta - Gempa 5,6 magnitudo mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu menyebabkan longsor besar di sebelah Restoran Sate Shinta, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Gempa yang menyebabkan longsor tersebut membuat pengunjung dan pegawai restoran panik berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dari pegawai maupun pengunjung Restoran Sate Shinta.

Dari pantauan Parboaboa pada Rabu (23/11/2022) lalu, di restoran tersebut terlihat beberapa piring nasi dan gelas minuman yang masih berada di atas meja makan. Aspal di halaman parkir juga nampak mengalami keretakan.

Sebelum guncangan terjadi, rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sempat singgah di Restoran Sate Shinta untuk bersantap ria menu yang ada di restoran tersebut.

Salah satu saksi mengungkapkan, kedatangan rombongan tersebut usai menghadiri acara di Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet.

Gempa berkekuatan M5,6 tersebut kemudian mengguncang seluruh ruangan dan membuat rombongan panik hingga berlarian ke jalanan. Ternyata, tanah di sebelah kiri dan kanan Restoran Shinta seketika longsor, menimbun beberapa warung serta kendaraan.

Selain itu, rombongan pelajar STP SD Khoiru Ummah Cianjur yang menggunakan angkot melintas di depan Restoran Sate Shinta ketika gempa terjadi. Beruntung, berkat kelihaian sang sopir, angkot tersebut di belokan sang sopir ke arah kanan sebelum mengenai longsoran tanah.

Berbeda dengan beberapa kendaraan yang tengah melintas sebelum Restoran Sate Shinta dari arah Cipanas, pengemudi termasuk penumpang menjadi korban akibat terbawa longsor hingga tertimbun. Salah satunya rombongan guru KB-TK Islam Al Azhar 18 Cianjur.

Rombongan tersebut diketahui mengarah menuju Cianjur usai menghadiri acara penanaman pohon di Sarongge. Saat rombongan guru TK itu ditemukan tim pencarian, didapati seorang guru TK sedang memeluk anaknya dan keduanya 

dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara itu, di samping Restoran Sate Shinta terdapat beberapa warung kopi dan Cafe Coffee AR7 yang selalu ramai anak muda setiap jam istirahat. Tetapi saat Parboaboa di lokasi, warung kopi dan Cafe Coffee AR7 sudah tidak terlihat lagi akibat terbawa longsor hingga tertimbun.

Sampai saat ini jumlah orang yang tertimbun di area Restoran Sate Shinta masih jadi misteri karena saat gempa terjadi lalu lintas di depan Restoran Sate Shinta lumayan ramai lancar, begitupun dengan pengunjung yang sedang nongkrong di beberapa warung sekitar restoran.

"Kalau jam-jam terjadinya gempa kan sekitar 13.21 WIB, itu biasanya saat-saatnya ramai banyak pengunjung. Kendaraan di depan cafe itu kan halaman (parkir) luas," ucap salah satu warga bernama Medi (42) ketika diwawancara wartawan, Jumat (25/11/2022).

Berdasarkan amatan Parboaboa di lapangan, Kecamatan Cugenang merupakan titik pusat gempa sehingga dampak kerusakan paling parah terjadi di daerah itu, terlebih Desa Cijedil dan Desa Cibulakan.

Hingga Minggu (27/11/2022) data yang dihimpun Parboboa korban meninggal akibat gempa Cianjur berjumlah 318 orang meninggal dunia dan 14 orang masih dinyatakan hilang. Adapun korban luka sebanyak 7.729 orang, dengan rincian luka berat 595 orang dan luka ringan 7.134 orang. Untuk korban luka berat yang masih dirawat berjumlah 108 orang. 

Adapun kerugian material, total rumah yang mengalami kerusakan berjumlah 58.049, 368 sekolah, 144 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, dan 16 gedung pemerintahan.

Editor : -

Tag : #gempa    #cianjur    #nasional    #jawa barat    #cugenang    #sate shinta    #SAR    #BPBD   

Baca Juga