Apa Itu Gempa Vulkanik? Berikut Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Contoh Peristiwanya di Indonesia

Gempa vulkanik (Foto: Pixabay/ELG21)

PARBOABOA Gempa bumi adalah bencana alam yang sering terjadi di berbagai belahan dunia. Fenomena alam ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis tergantung dari penyebabnya.

Salah satu jenis gempa bumi yang menarik untuk dibahas adalah gempa vulkanik. Gempa vulkanik sering terjadi di daerah yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik, di mana letusan gunung berapi menjadi pemicu utama.

Dikutip dari buku yang berjudul Geografi SMP/MTs Kls VII (KTSP) karya Wirastuti Widyatmanti dan Dini Natalia (2006), gempa vulkanik adalah pergerakan magma ke permukaan bumi menimbulkan gesekan dan pecahan pada batu-batuan yang pada akhirnya menghasilkan gelombang dan guncangan yang berlangsung lama.

Lantas, apa yang dimaksud dengan gempa vulkanik? Pada artikel kali ini akan dijelaskan lebih rinci, mulai dari pengertian, penyebab, dampak, dan contoh peristiwanya di Indonesia. Simak sampai habis, ya!

Apa itu Gempa Vulkanik?

Gempa vulkanik (Foto: Pixabay/WikiImages) 

Dikutip dari buku yang berjudul Panduan Keselamatan saat Gempa Bumi karya Riza Rismawati (2021), gempa vulkanik adalah salah satu gempa yang sering terjadi di bumi bersama gempa tektonik.

Dikutip dari sumber yang sama, pengertian gempa vulkanik adalah gempa yang diakibatkan oleh aktivitas vulkanik gunung berapi.

Biasanya, gempa vulkanik hanya berskala lokal dan berjarak hanya beberapa kilometer dari pusat gempa. Bencana alam ini terjadi karena magma yang bergerak naik.

Ketika magma sedang naik, terjadi pelepasan energi yang membuat daerah sekitarnya merasakan getaran gempa.

Dikutip dari buku yang berjudul Pemodelan Mekanisme Erupsi Gempa Vulkanik karya Susilawati (2022), aktivitas vulkanik pada gunung berapi secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Aktivitas di luar gunung meliputi pembentukan kubah lava, emisi uap, aliran lava, letusan awan panas, dan fenomena lainnya.
  • Aktivitas di dalam gunung yaitu adanya kegempaan yang disebabkan oleh berbagai mekanisme seperti pergerakan magma, resonansi pada dinding saluran magma, pengisian kantong magma, dan hal-hal lainnya.

Dengan kata lain, pengertian gempa vulkanik adalah jenis gempa bumi yang terjadi di daerah yang terkait dengan aktivitas vulkanik dan disebabkan oleh pergerakan magma di dalam kerak bumi

Penyebab Gempa Vulkanik

Dikutip dari sumber yang sama, Shick (1981) mengelompokkan beberapa penyebab terjadinya gempa vulkanik berdasarkan bentuk spektrumnya, yaitu runtuhnya kaldera, shear fracture, eksplosif dangkal, tekanan gas, dan aliran magma.

Selain diatas, penyebab terjadinya gempa vulkanik juga dapat berupa aktivitas lempeng yang bertabrakan atau saling bergerak di dekat zona subduksi, yaitu ketika lempeng samudra tenggelam di bawah lempeng benua, tekanan dan gesekan yang dihasilkan dapat menyebabkan gempa vulkanik.

Pada zona subduksi, lempeng samudra yang tenggelam meleleh dan membentuk magma, yang kemudian dapat menyebabkan gempa vulkanik di sekitarnya.

Pergerakan fluida dan gas di dalam kerak bumi juga dapat menyebabkan gempa vulkanik. Ketika cairan atau gas bertekanan tinggi bergerak melalui saluran-saluran kecil di dalam gunung berapi, dapat menyebabkan patahan dan gempa vulkanik.

Dampak Gempa Vulkanik

Gempa vulkanik (Foto: Pixabay/Gylfi) 

Beberapa dampak yang ditimbulkan dari terjadinya gempa vulkanik adalah sebagai berikut:

1. Meletusnya Gunung Berapi

Salah satu dampak yang diakibatkan oleh gempa vulkanik adalah meletusnya gunung berapi. Letusan ini dapat mengeluarkan lava panas, abu vulkanik, gas beracun, dan awan panas.

Material vulkanik yang dilepaskan dapat merusak lingkungan sekitarnya, seperti merusak tanah pertanian, merusak hutan, dan mengganggu ekosistem kehidupan.

Letusan ini juga dapat menyebabkan banjir lahar, yang terjadi ketika lava dan material vulkanik mencair dan mengalir ke lembah-lembah dan sungai-sungai, mengakibatkan kerusakan ekosistem besar-besaran.

2. Dapat Menggangu Kesehatan

Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh gempa vulkanik adalah dapat menggangu kesehatan. Aktivitas vulkanik dapat mengeluarkan gas beracun seperti belerang dioksida, karbon monoksida, dan asam sulfat.

Paparan langsung terhadap gas-gas ini dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi kulit, dan bahkan dapat menyebabkan keracunan.

3. Pencemaran Udara

Letusan gunung berapi juga dapat menghasilkan gas-gas vulkanik dan partikel-partikel ke udara. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran udara yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan hewan, serta dapat merusak ekosistem tanaman.

Contoh Gempa Vulkanik di Indonesia

Gempa vulkanik (Foto: Pixabay/pexels) 

Berikut adalah beberapa contoh peristiwa terjadinya gempa vulkanik di Indonesia:

1. Letusan Gunung Krakatau (1883)

Dikutip dari laman bpbd.bogorkab.go.id, letusan gunung krakatau pada tahun 1883 dipercaya sebagai letusan eksplosif terbesar yang pernah ada sepanjang catatan sejarah Indonesia.

Gunung Krakatau terletak di Selat Sunda diantara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa yang meletus secara spektakuler pada tanggal 26-27 Agustus 1883.

Letusan ini menghasilkan gempa vulkanik yang sangat kuat dan menyebabkan terjadinya tsunami dahsyat yang merenggut ribuan nyawa.

Letusan Gunung Krakatau juga menghasilkan suara ledakan yang terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya.

2. Letusan Gunung Merapi (1930-2010)

Dilansir dari laman Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, tercatat pada tahun 1600-an, Gunung Merapi telah meletus lebih dari 80 kali, dengan interval letusan 4 tahun sekali.

Erupsi terbesarnya terjadi pada tahun 1930. Awan panas mengalir ke lereng sejauh 20 kilometer ke arah barat, menghancurkan 23 desa dan merenggut nyawa 1.369 penduduk.

Erupsi lainnya terjadi 80 tahun kemudian, tepatnya pada 5 November 2010. Debu vulkaniknya tidak hanya menyelimuti wilayah Yogyakarta, tetapi juga menyebar hingga ke beberapa wilayah di Jawa Barat.

3. Letusan Gunung Kelud (1919)

Contoh gempa vulkanik di Indonesia yang berikutnya adalah letusan Gunung Kelud yang terletak di Jawa Timur, pada tanggal 19 Mei 1919.

Letusan ini mengakibatkan gempa vulkanik yang kuat dan meluncurkan awan panas dan material vulkanik yang merusak. Akibatnya, ribuan orang tewas dan desa-desa di sekitar gunung hancur.

4. Letusan Gunung Agung (2017)

Salah satu contoh peristiwa gempa vulkanik adalah meletusnya Gunung Agung. Gunung ini terletak di Pulau Bali dan meletus pada November 2017 setelah hampir 50 tahun dalam keadaan non-aktif.

Letusan ini menghasilkan gempa vulkanik yang kuat dan mengeluarkan awan panas, abu vulkanik, dan material vulkanik lainnya.

Ribuan orang dievakuasi dan sejumlah penerbangan dibatalkan karena abu vulkanik yang mengancam keselamatan penerbangan.

5. Letusan Gunung Sinabung (2014-sekarang)

Selanjutnya, contoh peristiwa yang mengindikasikan gempa vulkanik adalah meletusnya Gunung Sinabung.

Gunung ini terletak di Provinsi Sumatra Utara yang meletus kembali pada tahun 2010 setelah tidak aktif selama beberapa abad.

Sejak saat itu, gunung ini telah meletus berulang kali, menghasilkan gempa vulkanik yang signifikan.

Letusan Gunung Sinabung menghasilkan awan panas, aliran lava, dan abu vulkanik yang merusak. Ribuan orang dievakuasi dan beberapa desa di sekitar gunung hancur.

Itulah pembahasan mengenai apa itu gempa vulkanik, mulai dari pengertian, penyebab, dampak, dan contoh peristiwanya di Indonesia. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Editor: Juni
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS