Memahami Apa itu Haus Validasi dan Dampaknya untuk Karakter Seseorang

Haus Validasi Adalah (Foto: Parboaboa/Kathleen)

PARBOABOA - Sering merasa perlu mendapatkan pengakuan dari orang lain? Atau merasa cemas jika tidak mendapatkan pujian dari seseorang? Jika iya, mungkin kamu memiliki sifat haus validasi.

Apa itu haus validasi? Haus validasi adalah suatu keadaan di mana kita merasa membutuhkan pengakuan atau pujian dari orang lain untuk merasa puas dengan diri sendiri.

Di lingkungan sekitar, sering kali kita menemukan orang-orang yang kurang senang jika tidak mendapatkan pujian atau pengkuan dari orang lain.

Meskipun pengakuan ini dapat memberikan kepuasan tersendiri, namun haus akan validasi dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental dan hubungan interpersonal seseorang.

Sifat ini bisa terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan, hubungan sosial, dan kehidupan pribadi. Orang-orang dengan sifat yang haus pujian dapat membawa pengaruh buruk bagi sekitarnya serta menjadi perangkap untuk membantu pertumbuhan karakter seseorang.

Dalam memahami lebih lanjut mengenai apa arti haus validasi, Parboaboa sudah memberikan rangkuman jelas mengenai definisi, ciri-ciri, contoh, dampak, serta bagaimana cara mengatasi haus validasi untuk kamu ketahui.

Apa Arti Haus Validasi?

Apa itu Haus Validasi (Foto: Parboaboa/Kathleen)
​​​​​​

Validasi adalah proses untuk mengkonfirmasi atau membuktikan kebenaran atau keabsahan suatu hal atau informasi. Proses bisa dilakukan dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis, hukum, dan sebagainya.

Dalam konteks psikologi dan hubungan sosial, haus validasi adalah upaya untuk mengakui dan memahami perasaan, pemikiran, dan pengalaman orang lain sebagai bentuk penghargaan dan dukungan.

Lebih jelas, validasi seringkali dianggap penting dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis dengan orang lain.

Secara luas, haus validasi adalah kebutuhan atau keinginan seseorang untuk merasa diakui, dipahami, dan disetujui oleh orang lain. Ciri-ciri orang haus validasi bisa diketahui melalui gerak-geriknya yang terlihat tidak aman atau kurang percaya diri karena belum mendapatkan pengakuan dari publik.

Praktik dari hal ini dapat menjadi masalah jika seseorang mengorbankan kebutuhan dan kepercayaannya sendiri hanya untuk memenuhi kebutuhan ekspetasi orang lain.

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Baumeister dan Leary pada tahun 1995 menunjukkan bahwa kebutuhan akan pengakuan dapat memengaruhi emosi, perilaku, dan persepsi seseorang tentang dirinya sendiri dan dunia sekitarnya.

Mereka juga menemukan bahwa haus validasi adalah indikator yang dapat menjadi sumber stres dan ketidakbahagiaan, terutama jika seorang individu bergantung terlalu banyak pada orang lain.

Pada penelitan lainnya yang dilakukan oleh Crocker dan Canevello pada tahun 2008, validasi sosial oleh orang lain dapat membantu meringankan stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis seseorang.

Namun, keduanya menemukan bahwa pengakuan yang tidak tepat dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan psikologis atau kepribadian seseorang.

Ciri-ciri Orang Haus Validasi

Ciri-ciri Orang Haus Validasi (Foto: Parboaboa/Kathleen)

Salah satu ciri-ciri utama orang yang haus validasi adalah, individu dengan kebutuhan tinggi akan persetujuan dan pengakuan orang lain.

Mereka merasa bahwa keberhasilan mereka dan identitas mereka tergantung pada apa yang orang lain pikirkan dan katakan tentang mereka. Ciri lain dari kepribadian seperti ini yaitu:

Terlalu Sensitif terhadap Kritik

Contoh orang haus validasi juga biasanya sangat terganggu oleh kritik, meski hal tersebut bersifat membangun. Sebab, mereka akan merasa tidak berharga atau merasa bahwa orang lain tidak menghargai mereka.

Bergantung pada Pendapat Orang lain

Orang yang haus akan pujian cenderung merasa tidak yakin dengan pendapat mereka sendiri dan selalu membutuhkan persetujuan atau dukungan dari orang lain untuk merasa aman dan yakin.

Selalu Mencari Pengakuan

Ciri-ciri orang haus validasi juga sering mencari pengakuan dan penghargaan terus-menerus. Mereka dapat terobsesi dengan prestasi mereka dan mencari persetujuan dari orang lain atas apa yang mereka lakukan.

Merasa Tidak Puas Meskipun telah Berhasil

Orang yang membutuhkan pengakuan cenderung telah mencapai banyak hal dalam hidup mereka, tetapi tetap tidak merasa puas. Mereka juga selalu merasa bahwa harus melakukan lebih banyak lagi untuk mendapatkan pengakuan dari publik.

Mudah Tersinggung

Contoh orang haus validasi adalah individu yang mudah tersinggung dan menganggap bahwa segala sesuatu yang dikatakan tentang mereka adalah kritik atau penghinaan.

Selalu Ingin Diperhatikan

Contoh orang haus validasi juga akan mencari perhatian dan ingin menjadi pusat perhatian di setiap situasi. Mereka dapat memperlihatkan perilaku ekstrovert, tetapi dalam kenyataannya, ini adalah usaha untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Tipe individu yang haus pujian juga seringkali membandingkan diri dengan orang lain dan merasa tidak puas dengan diri mereka sendiri. Mereka seringkali merasa iri atau cemburu terhadap orang lain yang memiliki kesuksesan atau pengakuan yang lebih besar.

Dampak Negatif Haus Validasi

Dampak Negatif Haus Validasi (Foto: Parboaboa/Kathleen)

Menyadari tentang bagaimana ciri-ciri orang yang haus akan validasi penting untuk diketahui oleh siapa saja. Beberapa orang sering menganggap orang dengan ciri haus validasi adalah pribadi yang mengalami gangguan kepribadian. Pandangan ini di ambil karena individu dengan kepribadian ini cenderung memiliki dampak negatif untuk orang sekitar.

Beberapa dampak negatif haus validasi yaitu:

Ketergantungan akan Validasi dari Orang Lain

Salah satu dampak utama dari sifat haus akan pengakuan adalah, terjadinya ketergantungan pada pujian dari orang lain. Jika seseorang terlalu bergantung pada validasi dari orang lain, maka mereka akan kesulitan untuk membangun rasa percaya diri dan mandiri yang kuat.

Menimbulkan Stress dan Kecemasan

Selain itu, kebutuhan akan validasi yang berlebihan juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan. Jika seseorang merasa perlu untuk terus-menerus memperoleh validasi dari orang lain, maka mereka akan merasa tertekan dan stres dalam mencoba memenuhi ekspektasi orang lain.

Ini dapat mengakibatkan penurunan kinerja dan kesejahteraan psikologis, serta merugikan hubungan interpersonal dengan orang lain.

Permintaan Pengakuan yang Tidak Pernah Berakhir

Dampak negatif lainnya dari haus validasi adalah, mampu mengakibatkan seseorang terjebak dalam lingkaran permintaan validasi yang tak pernah berakhir. Jika seseorang terus-menerus meminta validasi dari orang lain, maka mereka akan kehilangan rasa percaya diri dan kemampuan untuk menilai diri sendiri secara objektif.

Cara Mengatasi Haus Validasi

Cara Mengatasi Haus Validasi (Foto: Parboaboa/Kathleen)

Untuk tetap menjaga kesehatan mental yang baik, menjauhi karakter seperti ini adalah langkah tepat untuk kamu ketahui. Oleh karena itu, di bawah ini Parboaboa sudah memberikan bagaimana cara mengatasi sifat haus validasi untuk diterapkan oleh siapa saja.

Cari Pengakuan dari Diri Sendiri

Memberikan validasi diri adalah salah satu cara mengatasi haus akan pujian untuk kamu lakukan. Ini bisa berupa pujian, self reward, atau hal lainnya yang membuatmu lebih semangat.

Salah satu cara untuk mengurangi kebutuhan akan validasi dari luar yaitu dengan mencari pengakuan dari dalam diri sendiri. Cobalah untuk memahami nilai-nilai dan kelebihan yang ada pada diri kamu.

Membuat Daftar Pencapaian Diri

Cara selanjutnya untuk menghindari haus validasi adalah dengan membuat daftar pencapaian dan nilai-nilai positif yang akan membantu kamu lebih memahami kelebihan yang ada pada diri sendiri dan merasa lebih percaya diri.

Hindari Perbandingan yang Berlebihan

Perbandingan diri dengan orang lain dapat memperkuat kebutuhan akan validasi dari luar dan mengabaikan nilai-nilai yang ada pada diri sendiri.

Cobalah untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan fokus pada diri sendiri. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Berhenti Mencari Validasi yang Tidak sehat

Jika kamu merasa haus akan pengakuan, cobalah untuk membatasi diri dari situasi atau orang yang dapat memicu kebutuhan tersebut. Hindari bergantung pada media sosial atau orang-orang yang hanya memberikan validasi yang tidak membangun.

Cari lingkungan dan orang yang memberikan dukungan dan apresiasi yang positif pada diri.

Membangun Hubungan yang Sehat

Membangun hubungan yang sehat dengan orang lain dapat membantu mengurangi kebutuhan akan validasi dari luar. Selanjutnya, cara menghadapi rasa haus validasi adalah dengan mencari teman dan keluarga yang memberikan dukungan dan apresiasi yang positif.

Berbicaralah dengan mereka tentang perasaan dan kebutuhan kamu. Terkadang, berbicara dengan orang lain dapat membantu meredakan rasa cemas atau tidak aman.

Jangan Takut untuk mencari Bantuan Profesional

Jika merasa kesulitan menghadapi kebutuhan akan validasi yang berlebihan, jangan takut untuk mencari bantuan profesional. Terapis atau konselor dapat membantumu memahami diri sendiri dan mengembangkan strategi untuk menghadapi kebutuhan akan validasi yang tidak sehat.

Terapis dapat membantu mengeksplorasi perasaan, memberikan saran, dan memberikan dukungan selama proses pengembangan diri.

Terlibat dalam Kegiatan Positif

Ikut serta dalam kegiatan yang kamu sukai karena hal ini dapat membantu mengurangi kebutuhan akan validasi dari luar.

Cara menghadapi perilaku haus validasi adalah dengan mengeksplorasi hobi atau aktivitas yang kamu nikmati, seperti olahraga, seni, atau musik. Aktivitas tersebut dapat membantu kita merasa lebih percaya diri dan mengembangkan identitas yang lebih kuat.

Fokus pada Proses Bukan Hasil

Seringkali, keinginan untuk mendapat validasi dan pengakuan datang dari dorongan untuk meraih hasil akhir yang dianggap sukses atau memuaskan. Namun, ketika terlalu fokus pada hasil akhir, kita justru dapat kehilangan kenikmatan dalam proses yang sedang dijalankan.

Menghadapi rasa haus validasi adalah menjadi tantangan yang cukup besar dalam kehidupan. Namun, dengan menyadari dampak negatifnya, kita dapat mencari cara untuk menghadapinya dengan bijak.

Dengan mengimplementasikan cara-cara di atas, kita dapat meningkatkan rasa percaya diri dan merasa lebih puas dengan diri sendiri, tanpa terlalu bergantung pada validasi dari orang lain. Semoga bermanfaat!

Editor: Ester
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS