Heru Budi Sebut 777 Anak di Cilincing Jakut Rawan Stunting

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut sebanyak 777 anak di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, rawan tengkes atau stunting. (Instagram @herubudihartono)

PARBOABOA, Jakarta - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut sebanyak 777 anak di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, rawan tengkes atau stunting. Dari jumlah itu, sebanyak 134 anak sudah dinyatakan lulus atau keluar dari status tersebut.

"Ditemukan sementara waktu 777 yang rawan ya, rawan stunting. Dengan adanya Pak Lurah, Pak Camat, Pak Walkot, Ibu kepala dinas yang turun langsung maka tingkat keberhasilannya itu di Cilincing sudah lulus kira-kira 134," kata Heru usai meninjau Ruang Publik Ramah Anak (RPTRA) Triputra Persada Hijau, Samper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (31/1/2023).

Ia menjelaskan, kondisi lulus ditandai dengan tinggi dan berat badan yang naik sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, kondisi anak-anak yang rawan stunting rata-rata ceria, tetapi ada kekurangan tinggi badan.

"Anak-anaknya ceria, cuma kadang pendeknya agak kurang. Tadi ada yang kurang 2 cm, 3 cm, kurang 1 cm dari standar WHO. Tadi teman-teman melihat mereka ya sehat," kata dia.

Heru menyatakan akan meninjau sejumlah lokasi di DKI Jakarta yang rawan stunting. Pemprov DKI akan mengintervensi dengan memberikan asupan gizi sejak anak belum lahir kepada ibu hamil.

"Di situ ada bumil kita langsung intervensi memberikan gizi dan memberi makanan tambahan untuk ibunya. Sehingga anaknya lahir itu mudah-mudahan enggak mengarah ke stunting," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal melakukan beberapa pendekatan untuk menekan kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting di Ibu Kota.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania mengatakan pendekatan tersebut dilakukan dengan dua cara, yaitu pendekatan secara preventif dam pendekatan secara kuratif.

"Tentunya pendekatan secara preventif dan juga untuk yang sudah diidentifikasi sebagai stunted itu juga harus dilakukan pendekatan kuratif," ujar Atikah kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 31 Januari 2023.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS