Salah satu pendiri Google, Larry Page

Hindari COVID-19, Pendiri Google Sembunyi di Pulau Mewah

admin | Teknologi | 31-07-2021

Larry Page, salah satu pendiri Google, dilaporkan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bersembunyi di pulau-pulau mewah di Fiji selama pandemi COVID-19. Page dikabarkan memiliki akses khusus sehingga mampu menghindari  pembatasan perjalanan COVID-19 untuk masuk ke negara pulau tersebut.

Menurut laporan sumber yang sempat melihatnya di Fiji, orang terkaya nomor enam sedunia itu tinggal selama berbulan-bulan di pulau Tavarua yang berbentuk hati. Dia disebut berhasil masuk ke Fiji menggunakan jalur khusus blue lane yang diberlakukan disana. Page juga turut membawa keluarga dan sejumlah orang untuk menghabiskan periode waktu yang lama di negara itu selama pandemi.

Blue lane merupakan inisiatif pemerintah Fiji untuk membangkitkan kembali industri pariwisata setempat di tengah situasi COVID-19. Dengan inisiatif ini sejumlah pemilik kapal superyatch dan jet pribadi pun bisa masuk ke Fiji dengan pembatasan minimal.

Tak jelas kapan tepatnya Page pertama kali tiba di Fiji, tetapi dia sumber tadi mengatakan bahwa dia sudah tiba di Fiji sejak pertengahan tahun lalu.

Pihak berwenang Fiji telah membantu menjaga kerahasiaan kunjungan Page dan rombongannya dari sorotan banyak orang. Namun, tetap saja ada orang yang melihat aktivitas Page salam di Fiji.

Sumber yang identitasnya dirahasiakan itu menyatakan, Page terlihat berada di perairan sekitar pulau bersama istrinya, Lucida Southworth. Mereka melakukan olahraga hydrofoil, sejenis selancar dimana papan posisinya lebih tinggi diatas air. Katanya, Page terlihat pandai memainkan olahraga air itu.

Dengan kekayaan bersih 121 miliar dollar AS yang dimilikinya, Page digosipkan telah membeli pulau di Fiji, yaitu Namotu atau pulau lainnya.

Tidak hanya untuk tinggal dan menikmati pulau-pulau di Fiji, Larry Page juga dilaporkan memberi bantuan kesehatan COVID-19 untuk negara berpenduduk sekitar 900.000 orang itu. Menariknya, pasokan bantuan sosial itu dikirim melalui jet pribadi.

Pada 19 Juni, ketika Fiji dilanda gelombang kedua kasus COVID-19, media Fijian Broadcasting Company News melaporkan bahwa Page menyumbang pasokan medis ke negara itu. Namun, berita itu kemudian menghilang.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, otoritas kesehatan Fiji mengatakan bahwa informasi tersebut tidak boleh dipublikasikan dan meminta media Fijian Broadcasting Company News untuk menghapus artikel tersebut.

Semenjak mundur dari jabatan CEO dan presiden di perusahaan induk, Google Aplhabet, pada 2019 lalu, Page memang lebih sering menghindari perhatian publik.

Tag : teknologi

Berita Terkait