Hutan Mangrove : Fungi dan Manfaatnya Untuk Lingkungan

Hutan Mangrove (Foto : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng)

PARBOABOA - Pernahkah kamu mendengar tentang hutan mangrove? Seperti yang kita ketahui, mangrove atau lebih dikenal dengan hutan bakau merupakan kawasan yang hanya ditumbuhi oleh tanaman spesifik dan umumnya berkembang di area berpasir dengan iklim tropis dan subtropis.

Tercatat bahwa setidaknya ada sekitar 16.530.000 hektare kawasan hutan mangrove yang ada di dunia, dan sekitar 20% atau 3.490.000 hektarnya ada di Indonesia.

Perlu kamu ketahui bahwa hutan mangrove ini memiliki peranan yang cukup penting untuk lingkungan, khususnya pada daerah yang berpasir.

Jadi, sudah tahu belum apa manfaat dan fungsi hutan mangrove untuk lingkungan? Jika belum tak perlu khawatir karena pada kesempatan kali ini Parboaboa akan membahasnya, yuk langsung simak penjelasan berikut ini.

Fungsi  Fisik Hutan Mangrove

Berikut ini beberapa fungsi fisik dari hutan mangrove:

  • Menjaga garis pantai agar tetap stabil
  • Melindungi pantai dan sungai daerah erosi dan abrasi
  • Menahan angin kencang dari laut
  •  Menahan proses penimbunan lumpur
  • Menjaga wilayah penyangga dan menyaring air laut menjadi air tawar di daratan
  • Mengolah limbah beracun, menghasilkan oksigen, dan menyerap karbon dioksida

Fungsi Biologis Hutan Mangrove

Selain fungsi fisik, hutan mangrove juga memiliki fungsi biologis, seperti berikut ini

  • Sebagai penghasil bahan pelapukan yang nantinya dijadikan sebagai sumber makanan untuk para plankton, sehingga rantai makanan dapat terjamin
  • Sebagai tempat untuk para ikan, kerang, kepiting, dan udang dalam melakukan pemijahan
  • Sebagai tempat untuk burung dan juga satwa lainnya berindung, bersarang, dan berkembangbiak
  • Sumber plasma nutfah dan sumber genetik
  • Habitat alami bagi berbagai jenis biota

Fungsi  Ekologis Hutan Mangrove

Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yaitu sebagai berikut ini.

  • Sebagai penghasil kayu untuk bahan bakar, pembuatan arang, dan juga bahan bangunan
  • Penghasil bahan baku untuk keperluan industri, seperti pulp, tanin, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lain sebagainya
  • Menghasilkan bibit ikan, nener, kerang, kepiting, dan berbagai biota lain.
  • Tempat wisata, penelitian, dan pendidikan.

Manfaat Hutan Mangrove

1. Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai

Manfaat hutan mangrove yang pertama adalah dapat menumbuhkan pantai dan juga menstabilitaskannya.

Seperti yang kita ketahui, mangrove memiliki akar yang kompleks, rapat, dan lebat, sehingga dapat digunakan untuk menyaring sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari daratan.

Hal ini tentu akan sangat membantu menjaga kebersihan air laut, serta menjaga kehidupan padang lamun dan juga terumbu karang. Tak hanya itu saja, akar mangrove ini juga sangat berperan untuk menjaga pinggir pantai mengalami erosi.

2. Menjernihkan air

Manfaat hutan mangrove yang berikutnya adalah dapat membantu membuat air menjadi lebih jernih. Hal ini disebabkan karena akar dari tanaman ini memiliki kemampuan untuk menangkap endapan dan juga menetralkan air dengan zat kimia berbahaya yang berasal dari daratan.

Pada umumnya, air yang berasal dari sungai bisanya mengandung beberapa zat kimia dan juga polutan. Nah, disinilah akar mangrove akan berfungsi.

3. Berperan dalam rantai makanan

Manfaat hutan mangrove yang berikutnya adalah menjadi bagian dari rantai makanan yang ada di daerah pesisir.

Ketika daun mangrove gugur dan masuk kedalam air, lambat laun akan terurai berkat mikro organisme yang ada di dalamnya.

Hasil dari penguraian tersebut akan berubah menjadi makanan bagi spesies larva dan juga hewan kecil lainnya. Lalu berlanjut ke sistem rantai makanan di laut. Sehingga dengan kata lain hutan mangrove memberikan manfaat untuk membuat rantai makanan di ekosistem laut dan sekitarnya.

4. Melindungi dan memberikan nutrisi

Selain berperan untuk melindungsi lingkungan, hutan mangrove yang memiliki akar yang sangat lebat dan juga rapat kerap dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi ikan, udang, dan hewan kecil lainnya. Akar tersebut juga berperan dalam menyediakan makanan untuk hewan laut tersebut.

5. Sebagai obat

Dalam beberapa kasus, tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk membuat obat. Kulit pohon ini memiliki khasiat obat untuk peradangan, iritasi, dan pengawetan.

Masalah kesehatan lain yang diperkirakan dapat dibantu oleh tanaman bakau adalah rematik, dispepsia, dan gigitan ular. Getah tumbuhan ini dapat digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman akibat sengatan hewan laut.

Namun, jika getah tanaman bersentuhan dengan mata, bisa juga mengakibatkan kebutaan sementara. Oleh karena itu, penggunaan sebagai obat memerlukan kehati-hatian.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS