Instagram Uji Coba Fitur Istirahat Take a Break

Instagram tengang melakukan uji coba fitur Istirahat, Take a Break

Kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan bahwa platform media sosial tersebut sedang menguji fitur “Istirahat” atau disebut Take a Break. Fitur ini nantinya akan memberikan pengingat kepada pengguna ketika mereka telah menghabiskan waktu lama di platform.

“Jika Anda ikut serta, itu mendorong untuk berhenti sejenak dari Instagram setelah Anda menghabiskan waktu tertentu di aplikasi, 10,20, atau 30 menit,” ujarnya lagi, dilansir dari The Verge, Kamis (11/11).

Mosseri menambahkan bahwa fitur ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas, mencoba dan memberi orang lebih banyak kontrol atas pengalaman mereka di Instagram.

Sesuai dengan namanya, fitur ini akan mengimbau pengguna untuk berhenti sejenak dari aplikasi Instagram. "Kontrol ini memungkinkan Anda menerima pengingat waktu untuk istirahat di dalam aplikasi setelah sampai durasi yang Anda pilih," jelas Mosseri.

Di tengah-tengah scrolling linimasa, akan muncul notifikasi pengingat untuk istirahat. Ada dua opsi yang bisa dipilih yakni "aktifkan" atau "tidak sekarang".

Jika memilih mengaktifkan sekarang, maka pengguna akan diarahkan untuk memilih durasi waktu penggunaan Instagram, mulai dari 10 menit, 20, menit, hingga 30 menit. Peringatan untuk istirahat akan muncul sesuai durasi yang telah dipilih. Pengguna juga bisa menon-aktifkan fitur tersebut dengan memilih opsi "off/matikan".

"Ambil napas dalam-dalam, tulis apa yang Anda pikirkan, dengarkan lagu favorit Anda, lakukan sesuatu di daftar tugas Anda," tulis pengingat yang muncul.

Pengujian fitur Istirahat dilakukan di tengah pengawasan ketat di Instagram dan perusahaan induknya Meta (sebelumnya Facebook), setelah pelapor Frances Haugen bersaksi di depan Kongres.

Penelitian internal perusahaan menunjukkan Instagram dapat memiliki efek negatif pada kesehatan mental anak muda. Remaja mengatakan kepada peneliti perusahaan bahwa mereka merasa "kecanduan" terhadap Instagram.

Kecanduan media sosial menjadi salah satu masalah kesehatan mental bagi manusia modern saat ini. Beberapa vendor software pun mulai merilis fitur untuk membantu pengguna mengelola waktu bermain media sosial. Seperti Android yang merilis fitur digital Well-Being pada 2018 lalu. Kini, Instagram mengikuti jejak tersebut.

Tapi, mereka justru tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri untuk mengurangi penggunaan, meskipun lebih suka jika lebih jarang memeriksa aplikasi.

“Ketika sistemnya melihat bahwa seorang remaja melihat konten yang sama berulang-ulang dan konten itu mungkin tidak kondusif untuk kesejahteraan mereka, kami akan mendorong mereka untuk melihat konten lain,” kata Clegg.

Terlihat fitur dalam video Mosseri menunjukkan prompt akan ditampilkan di feed pengguna tetapi tidak akan mengambil alih seluruh layar. Secara teori, seseorang dapat menggulir melewatinya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS