Anies beberkan Pencapaian Jakarta Masuk Kota Terbaik Dunia Soal Tangani Covid-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

PARBOABOA, Jakarta – Gubernur DKI Anies Baswedan mengungkapkan rasa bangganya sebagai gubernur DKI Jakarta yang telah berhasil membawa sejumlah prestasi kota itu, salah satunya soal penangan Pandemi Covid-19.

Gubernur Jakarta itu menyebut Jakarta  masuk kedalam 50 kota di Dunia yang dinilai terbaik dalam hal pengendalian pandemi Covid-19. Dia menyebut capaian vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota yang telah menyentuh 11 juta orang untuk dosis pertama. Setengah dari jumlah itu juga telah menrima  dosis kedua Vaksin Covid-19. Indikator ini, kata Anis merupakan salah satu faktor yang membuat kota Jakarta termasuk kedalam 50 kota di dunia dengan pengendalian Covid-19 terbaik.

Selain itu, Anies juga memaparkan status PPKM di Jakarta yang telah turun ke level 1 yang menandakan pihaknya berhasil mencapai progres dalam menangani Covid-19 di Jakarta.

"Data per 9 November 2021 menunjukkan 11 juta orang di Jakarta sudah menerima vaksin dosis pertama dan lebih dari setengahnya juga sudah menerima dosis kedua. Sebagai hasilnya, Jakarta masuk ke dalam jajaran top 50 kota dengan respons pengendalian covid-19 terbaik," kata Anies dalam opening ceremony Jakarta Investment Forum 2021, Kamis (11/11).

Jakarta diketahui masuk dalam 50 kota di dunia dengan penanganan Covid-19 terbaik. Hal tersebut mengacu pada kajian khusus dari Badan Analitik Deep Knowledge Analytics (DKA) berjudul 'COVID-19 City Safety Ranking Q2/2021 yang dilakukan pada September 2021.Dalam kajin tersebut, Kota DKI Jakarta berada di peringkat ke-47.

Jakarta tercatat lebih unggul dari beberapa kota besar dunia seperti Moskow, Paris, Shanghai, maupun Los Angeles dalam beberapa kategori.

DKA mengungkapkan penelitian ini fokus pada penanganan pandemi Covid-19 tingkat kota di dunia. Kajian yang dilakukan DKA tesebut berfokus pada analisis respons regional terhadap pandemi COVID-19 di tingkat kota. DKA menjelaskan analisis tersebut menggunakan 8.000 data dengan mengaplikasikan analisis yang disusun menggunakan 114 indikator kuantitatif dan kualitatif yang kemudian diklasifikasikan menjadi lima kategori. Kategori-kategori yang dijadikan DKA sebgai parameter antara lain ketahanan ekonomi, efisiensi pemerintah, manajemen kesehatan, efisiensi karantina, dan tingkat vaksinasi yang diaplikasikan ke 72 kota di dunia.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS