Kondisi getaran Stir Mobil berlebihan menandakan kerusakan pada beberapa komponen mobil.

Jika Setir Mobil Bergetar, Penting Memeriksa Bagian ini

Maraden | Otomotif | 27-10-2021

PARBOABOA – Jika saat berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya, terkadang merasakan setir bergetar berlebihan. Getaran yang lebih dari kondisi normal itu tak jarang membuat setir berubah haluan ke kanan atau kiri.

Sekilas situasi ini tidak terlalu serius, apalagi jika mobil dikendarai di jalanan kota yang cenderung rata dan juga dengan kecepatan menengah. Banyak pengendara yang tidak menyadari kondisi getran pada stir dan cenderung menganggap hal biasa saja.

Namun hal berbeda akan dirasakan jika mobil dikebut pada kecepatan dan rpm diatas rata-rata, apalagi di jalan yang kondisinya tidak sehalus jalanan dalam kota. Contohnya saat mengebut di jalan tol.

Kondisi getaran pada stir mobil yang berlebihan akan berpotensi menyebabkan kurangnya kendali pada arah gerak mobil. Selain itu juga akan menguras tenaga dalam mengendarainya, akibatnya pengemudi akan mudah lelah saat berkendara dalam jarak sedang hingga jauh.

Jika kondisi tersebut dibiarkan terus-menerus akan berpotensi menyebabkan kerusakan terhadap mobil. Sebenarnya, ada beberapa faktor yang membuat setir mobil bergetar, seperti masalah pada ban, kaki-kaki mobil sampai pada mesin mobil.

Jika getaran pada stir terus terjadi, itu tandanya ada komponen-komponen pada mobil yang membutuhkan perhatian dan perawatan lebih lanjut.

Komponen-komponen itu antara lain:

•        Tekanan Angin Ban

Tekanan angin pada ban berperan penting untuk menunjang kinerja mobil. Ban membutuhkan angin yang cukup agar dapat bekerja dengan maksimal.

Penting mengecek tekanan angin ban mobil agar tekanan angin pada ban selalu dapat terkontrol. Tekanan angin pada ban sebaiknya sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan.

  • Kondisi Tapak Ban

Kondisi tapak ban bisa menjadi penyebab setir bergetar. Melakukan pengecekan tapak ban mobil penting juga dilakukan. Caranya hanya dengan memperhatikan Tradewear Indicator (TWI), yaitu penanda atau indikator bagi permukaan ban.

Jika tanda TWIsudah terlihat sejajar dengan permukaan ban, itu berarti tapak ban mobil sudah tipis. Segeralah melakukan penggantian ban unutk mencegah resiko berbahaya saat berkendara.

  • Masalah Kaki-kaki Mobil

Memeriksa kaki-kaki mobil juga perlu dilakukan guna memeriksa adanya komponen yang aus dan butuh penggantian seperti ball joint, racksteer, tie rod, dan lain sebagainya.

Disarankan segera melakukan penggantian terhadap komponen pendukung pada kaki-kaki mobil agar selalu berfungsi optimal.

  • Kinerja Engine Mounting

Engine mounting berfungsi sebagai penyerap getaran dari mesin di mobil. Komponen ini bertugas sebagai dudukan mesin sekaligus menjadi peredam getaran agar tidak terasa sampai ke kabin.

Bila kinerja engine mounting menurun, getaran mesin mobil juga semakin terasa. Akibat getaran berlebihan itu, setir mobil pun ikut bergetar ketika berjalan dan membuat laju mobil terganggu.

Untuk menghindari resiko setir mobil bergetar, sebaiknya mengganti engine mounting mobil jika kondisinya sudah keras atau terlihat retak.

  • Spooring dan balancing

Spooring adalah proses pelurusan kembali kedudukan atau sudut empat roda mobil seperti awal, sesuai dengan rekomendasi pabrik. Spooring juga sering dilakukan ketika posisi setir tidak sama dengan posisi roda.

Pada proses spooring dilakukan pelurusan dua roda depan dan diatur agar dapat kembali seperti semula. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga ban agar tidak lari ke kiri atau ke kanan saat mobil berjalan. Jadi, laju mobil tidak terganggu.

Sedangkan balancing dilakukan untuk menjaga keseimbangan titik roda di semua sisi, baik di sisi atas-bawah maupun kiri-kanan roda mobil dengan cara menambahkan timah pada bagian yang kurang seimbang. Balancing biasanya dilakukan setelah proses spooring sudah selesai dilakukan.

Tag : otomotif, mobil, tips otomotif, stir bergetar, spooring, balancing, engine mount

Berita Terkait