Hari Guru, Jokowi Apresiasi Kinerja Pendidik Saat Pandemi

Gambar sketsa ucapan hari guru unggahan Jokowi di Twitter.

PARBOABOA – Memperingati hari pendidikan nasional yang jatuh pada hari ini ?(25/11), presiden Joko Widodo menyoroti peran guru selam dua tahun terkahir yang berperan sangat besar terhadap kelangsungan pendidikan di Indonesia meski di tengah pandemi.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi perjuangan para guru di masa pandemi yang  terus menemukan cara-cara baru sehingga pendidikan di Indonesia tetap berjalan meski pandemi melanda sejak tahun lalu.

"Hampir dua tahun dalam selubung pandemi, dunia pendidikan kita tetap berjalan berkat inovasi, kreativitas, dan dedikasi para guru mengawal pendidikan generasi muda," kata Jokowi lewat akun Twitter @jokowi, Kamis (25/11).

Jokowi turut mengajak semua pihak saling bergandengan tangan bersama-sama memulihkan sektor pendidikan yang terdampak akibat Pandemi Covid-19 selama dua tahun ini.

“Kini, seraya bekerja keras mengakhiri pandemi ini, mari bergandeng-tangan untuk bersama memulihkan pendidikan,” tegas orang nomor satu di Indonesia ini dikutip dari akun twitter pribadinya, Kamis, (25/11/2021).

Pada unggahan di media sosial itu, Jokowi menunjukkan sketsa gambar seorang guru dan tiga murid saat menyeberangi jembatan dengan  tulisan ucapan "Selamat Hari Guru Nasional" disematkan di bagian atas gambar.

Sebagaimana diketahui, tanggal 25 November hari ini diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hari Guru Nasional berkaitan dengan sejarah perjuangan guru pada sebelum dan setelah kemerdekaan.

Perayaan Hari Guru Nasional 2021 mengangkat tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”. Perayaan Hari Guru biasanya dilakukan dengan upacara bersama, namun untuk tahun ini perayaan tidak dapat dilakukan seperti biasanya karena pandemi Covid-19.

Perayaan Hari Guru merupakan penghargaan untuk seluruh guru di Indonesa, yang telah berjuang dalam mengupayakan pengentasan kebodohan bagi seluruh anak didik di Indonesia.

Menurut sejarahnya, organisasi PGRI berawal dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri sejak tahun 1912, yang merupakan organisasi bentukan Belanda. PGHB pada tahun 1932 kemudian berganti nama menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGI).

Pada masa awal pendudukan Jepang di Indonesia, dunia pendidikan Indonesia berada dalam masa kelam karena Jepang melarang pendidikan. Sekolah ditutup dan PGI juga dilarang melakukan aktivitas.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Kongres Guru Indonesia untuk pertama kalinya dapat digelar pada tanggal 24-25 September di Surakarta.

Dalam kongres tersebut dibentuklah sebuah organisasi yang saat ini dikenal sebagai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI atau tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Atas keputusan itulah, Hari Guru Nasional termasuk dalam hari-hari nasional non libur.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS