Keir Starmer: Perdana Menteri Baru yang Janji Tingkatkan Perekonomian Inggris

Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris Baru dari Partai Buruh. (Foto: AFP/Justin Tallis)

PARBOABOA, Jakarta - Inggris akhirnya memiliki Perdana Menteri Baru, usai Partai Buruh memenangkan mayoritas kursi di parlemen pada pemilihan umum (Pemilu) yang berlangsung Kamis, 4 Juli 2024 lalu.

Di Pemilu tersebut, Partai Buruh memenangkan 404 dari 660 kursi di parlemen. Artinya mereka berhak membentuk pemerintahan di Britania Raya.

Dengan kemenangan ini, Partai Buruh akhirnya kembali ke tampuk kekuasaan sejak 2010.

Sebagai pemenang Pemilu, Ketua Partai Buruh, Keir Starmer otomatis ditunjuk menjadi Perdana Menteri Inggris Baru.

Starmer mengalahkan Rishi Sunak yang juga maju untuk kedua kalinya dari Partai Konservatif.

Siapa Keir Starmer?

Keir Starmer menjadi ketua Partai Buruh pada 2020. Ia berambisi agar Partai Buruh layak dipilih dan memerintah Inggris saat diangkat menjadi ketua. 

Beruntung, misi yang ia usung itu sukses dan mampu mengembalikan kejayaan Partai Buruh yang terpuruk selama 14 tahun.

Mantan kepala jaksa penuntut umum ini banyak mendapat simpati warga karena berhasil mengembalikan Partai Buruh ke pertarungan utama politik di Inggris.

Pendukung menggambarkan pria yang mengenyam pendidikan di Universitas Leeds dan Universitas Oxford ini sebagai sosok pragmatis, bermain aman dan cocok membantu Inggris bangkit dari kemerosotan ekonomi.

Meski dianggap sukses, namun pria yang lahir pada 2 September 1962 ini dianggap tak karismatik ini selalu menghadapi kritik karena kebijakannya di partai. 

Beberapa anggota partai menganggapnya membelokkan arah organisasi. Starmer bahkan pernah memecat anggota yang berkomentar soal antisemitisme di partai.

Ia juga membuat banyak orang kesal karena menarik kembali beberapa janji utama. Seperti menghapus biaya kuliah universitas, rencana menaikkan pajak penghasilan, dan menasionalisasi sebagian besar layanan publik di Inggris. 

Starmer juga memberikan dukungan terhadap agresi Israel di Gaza, padahal pernah menjadi pengacara HAM. 

Janji Starmer di Pemilu Inggris

Starmer menetapkan beberapa janji utama yang lebih ramah terhadap elektoral di Inggris. Yaitu: 

1. Stabilitas ekonomi
2. Waktu tunggu layanan kesehatan Inggris (NHS) yang lebih singkat 
3. Komando keamanan perbatasan baru mengatasi kelompok penyeludup manusia yang tidak teratur
4. Mendirikan perusahaan energi bersih milik publik 
5. Menindak perilaku anti-sosial dengan lebih banyak polisi lingkungan 
6. Merekrut 6.500 guru baru yang didanai dengan mengakhiri keringanan pajak untuk sekolah swasta.
7. Membangun 1,5 juta rumah baru dengan mereformasi undang-undang perencanaan

Diketahui, Pemilu Inggris 2024 juga menandai titik balik politik yang besar di negara itu. 

Kekhawatiran utama pemilih masih berkutat pada isu ekonomi, imigrasi, perawatan kesehatan dan perumahan.

Isu ekonomi memainkan peran sentral di pemilu yang digelar lebih cepat tahun ini. Apalagi belakangan ekonomi Inggris terus di bawah 1 persen hingga mengalami resesi.

Isu ini yang lantas dimainkan Partai Buruh dengan mengusulkan rencana investasi dalam negeri berkelanjutan untuk mendorong perekonomian. 

Partai Buruh beranggapan, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari rencana ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga pemerintah bisa mengeluarkan uang lebih banyak.

Usulan ini juga pernah dilakukan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden setelah memenangkan pemilu.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS