Revitaslisasi bahasa daerah (Dok: minews.id)

Cegah Kepunahan, Kemendikbudristek Bakal Revitalisasi 38 Bahasa Daerah

Dimas | Pendidikan | 02-07-2022

PARBOABOA, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan melakukan revitalisasi beberapa bahasa daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Revitalisasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kepunahan bahasa daerah di Tanah Air.

"Sejak minggu yang lalu tim kami melakukan sosilisasi, alhamdulillah bagus sekali," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Aminudin Aziz di Swiss-belhotel, Tangerang Selatan, Jumat (1/7).

Untuk program ini, dikatakan Azis, pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp31,9 miliar. Revitalisasi ini juga nantinya bakal melibatkan guru, pemerintah daerah, siswa, akademisi, serta tokoh maksyarakat.

Oleh karena itu, Azis meminta kepada para kepala dinas pendidikan hingga dinas kebudayaan untuk melakukan koordinasi terkait revitalisasi tersebut.

Lebih lanjut, Azis kemudian mengungkapkan beberapa masalah yaang akan dihadapi dalam merawat dan melestarikan bahasa daerah.

"Di antaranya, jumlah penuturnya sudah sangat sedikit dan mereka beralih ke bahasa lain. Terutama Indonesia bagian timur. Ada yang penuturnya kurang dari 100 orang. Ada yang penuturnya kurang dari 50 orang. Sehingga ketika ditawarkan apakah mau direvitalisasi atau tidak, mereka menjawab siapa lagi yang akan bertuturnya? Kami juga enggak punya kemampuan lagi berbahasa daerah karena sudah beralih ke bahasa baru yang lebih fungsional," ujarnya.

Selain itu, Azis juga mengatakan bahwa para penutur ini juga banyak yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain. Sebagai contoh, dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua pindah ke Jakarta.

"Atau ada bencana, ketika covid ratusan ribu orang meninggal. Mereka itu kan penutur bahasa daerah maka berkurang jumlahnya. Namanya bencana ya ancaman maka akan berkurang jumlah penutur bahasa daerah," ungkapnya.

Revitalisasi 38 Bahasa Daerah

Pada tahun ini, jumlah bahasa daerah yang akan menjadi objek revitalisasi pihak kemendikbudristek adalah sebanyak 38 bahasa. Adapun 38 bahasa tersebut diketahui tersebar di 12 provinsi di Indonesia, di antaranya:

  • Sumatra Utara
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi Selatan
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Papua.
Tag : #kemendikbudristek    #revitalisasi    #bahasa daerah    #dinas pendidikan    #dinas kebudayaan   

Baca Juga