Emmanuel Macron resmi menjadi presiden Prancis (REUTERS/Gonzalo Fuentes/Pool)

Macron Resmi Dilantik Jadi Presiden Prancis Periode Kedua

Wulan | Internasional | 07-05-2022

PARBOABOA – Emmanuel Macron resmi dilantik menjadi Presiden Prancis untuk masa jabatan keduanya setelah berhasil memenangkan pilpres tahun ini. Periode kedua Macron akan menghadapi sejumlah tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dilansir dari AFP, Sabtu (7/5/2022), pelantikan Macron digelar di Istana Elysee. Macron dikonfirmasi sebagai pemenang pilpres oleh Kepala Dewan Konstitusi Laurent Fabius dan akan menandatangani dokumen pelantikan resmi.

Pelantikan ini dihadiri oleh ratusan orang termasuk istri Macron, Brigitte, dan mantan Presiden Prancis seperti Francois Hollande dan Nicolas Sarkozy.

Upacara ini juga digelar relatif sederhana, namun menandai pertama kalinya Presiden Prancis dilantik untuk periode kedua dalam 20 tahun terakhir.

Macron akan menghadapi agenda menakutkan untuk menerapkan reformasi yang dijanjikannya semasa menjadi Presiden termuda Prancis tahun 2017 lalu, juga dalam urusan dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Dia juga mengisyaratkan gaya pemerintahan agar lebih inklusif dan penuh pengertian setelah para pengritik berkomentar tenang motodenya yang dianggap kasar dan arogan selama periode pertamanya.

"Saya bersumpah untuk membangun sebuah planet yang lebih layak huni, Prancis yang lebih hidup dan Prancis yang lebih kuat," ucap Macron dalam pidato usai pelantikan di Elysee Palace, saat menjanjikan 'metode baru' untuk memerintah Prancis.

Dalam tradisi sejak abad pertengahan, sebanyak 21 kali tembakan meriam dilakukan dari kompleks memorial militer Invalides untuk merayakan pelantikan. Namun tidak ada arakan-arakan di sepanjang Avenue des Champs-Elysees maupun karpet merah panjang.

Masa jabatan kedua Macron untuk 5 tahun ke depan akan resmi dimulai setelah masa jabatan periode pertamanya berakhir pada 13 Mei tengah malam.

Sebagaimana diketahui, Macron memperoleh suara terbanyak dalam pilpres Prancis beberapa waktu lalu. Macron berhasil mengalahkan sainggannya yakni Le Pen yang merupakan politikus sayap kanan.

Sosok Le Pen sempat kontroversial karena mengagumi Presiden Vladimir Putin dan dianggap akan memiliki keterlibatan besar bagi stabilitas Uni Eropa jika terpilih sebagai Presiden Prancis. Sehingga, kemenangan Macron ini menjadi kabar menggembirakan bagi para pemimpin Eropa.

Tag : #emmanuel macron    #presiden    #internasional    #prancis    #istana elysee    #laurent fabius    #pelantikan presiden prancis    #afp   

Baca Juga