Mengenal Apa Itu Kalimat Imperatif dan Contoh Kalimat dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi Kalimat Imperatif (Foto:Woman on Pexels via www.bola.com)

PARBOABOA - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imperatif memiliki sifat memerintah atau memberi arahan, memiliki hak memberi komando dan bersifat harus.

Istilah imperatif dalam sebuah bahasa, menggunakan istilah kalimat perintah. Kalimat yang mengandung perintah atau permintaan agar orang lain melakukan sesuatu uang diinginkan oleh orang yang menyampaikannya merupakan inti dari apa itu kalimat imperatif.

Pengertian Kalimat Imperatif

Kridalaksana (2008) dalam buku berjudul Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa kalimat imperatif adalah kalimat atau verba yang digunakan untuk mengungkapkan keharusan, larangan, dan perintah untuk melakukan suatu perbuatan.

Alwi (2008) dalam buku yang berjudul Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1998) mengatakan, kalimat imperatif adalah kalimat yang digunakan sesuai dengan konteks memberi perintah terhadap sesuatu.

Rahardi (2005) dalam buku yang berjudul Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung permintaan agar mitra tutur melakukan tindakan sesuai dengan perkataan si penutur.

Ciri-Ciri Kalimat Imperatif

Agar dapat mengetahui dengan baik apa itu kalimat imperatif, perlu untuk mengetahui ciri-cirinya. Berikut adalah penjelasannya.

  • Menggunakan tanda seru (!) di setiap akhir kalimat.
  • Intonasi yang semakin tinggi atau naik.
  • Menggunakan kata perintah seperti, ambilkan, jangan, tolong.
  • Diikuti oleh partikel -lah dan -kan.
  • Stuktur kalimatnya terbalik yaitu subjek berada dibelakan predikat.

Fungsi Kalimat Imperatif

Kalimat ini digunakan untuk memberikan perintah, namun ada juga yang menggunakannya untuk tujuan lainnya.  Berikut beberapa fungsi kalimat imperatif berikut ini.

  1. Memberi Perintah, contoh: belikan makanan ringan untuk para tamu undangan!
  2. Memberi Komando, contoh: Pendekar, pergilah ke arah Selatan!
  3. Memberi Larangan, contoh: Jangan bekerja selagi beristirahat!
  4. Memberi Ajakan, contoh: Mari Pak, dicicipi soto buatan istri saya.
  5. Memberi Tuntutan, contoh: Bertanggung jawablah atas perbuatan yang selama ini Anda lakukan.
  6. Memberi Isyarat, contoh: Agar kondisi membaik, anda bisa pergi sekarang.
  7. Memberi Pembiaran, contoh: Biarkan dia sendiri untuk menenagkan diri.

Jenis Kalimat Imperatif

Berikut ini adalah jenis kalimat imperatif adalah sebagai berikut:

1. Kalimat imperatif biasa, kalimat yang isinya memuat perintah secara langsung untuk melakukan sesuatu.

2. Kalimat imperatif tak transitif, kalimat deklaratif tak transitif yang bisa berpredikat verba dasar, frasa adjektiva, dan frasa verbal.

3. Kalimat imperatif transitif, kalimat imperatif yang memiliki predikat verba transitif mirip dengan konstruksi kalimat deklaratif pasif.

4. Kalimat imperatif halus, kalimat yang memiliki kosakata yang lebih halus seperti: tolong, coba, silahkan, sudilah dan kiranya.

5. Kalimat imperatif permintaan, kalimat yang menggunakan kosakata yang mengandung makna meminta dan memohon.

6. Kalimat imperatif ajakan dan harapan, kalimat yang mengandung makna ajakan atau harapan yang biasanya terdapat kata: ayo, mari, hendaknya.

7. Kalimat imperatif larangan, kalimat yag memiliki maksud memberikan sebuah larangan yang biasanya bersifat di akhir kalimat, biasanya ditandai dengan kata: jangan, dilarang, tidak.

8. Kalimat imperatif pembiaran, kalimat yang memiliki makna tidak melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. Biasanya ditandai dengan kata: biar dan biarkan.

Contoh Kalimat Imperatif

  • Bawakan aku seliter air
  • Jangan pernah sentuh barang barangku
  • Beri aku pena dan pensil
  • Bermainlah dengan intensitas dan keberanian
  • Ingatlah aku saat berpisah
  • Jangan pernah lupakan orang yang mencintaimu
  • Ambil langkah dan jangan bergerak
  • Jangan terburu-buru atau kamu akan jatuh
  • Banyaklah membaca untuk meningkatkan keterampilan anda

Berikut ini adalah contoh kalimat imperatif kecuali:

  1. Kenali si Petugas
  2. Terima atau tolak tuduhan
  3. Pastikan tuduhan pelanggaran
  4. Pengendara memahami kesalahannya.
  5. Jangan serahkan kendaraan atau suratnya begitu saja.

 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS