Ilustrasi indikator mobil

Mengenal Jenis-Jenis Lampu Indikator pada Mobil

Sondang | Otomotif | 08-02-2022

PARBOABOA, Siantar – Seiring berkembangnya zaman, desain mobil pun semakin canggih. Tak dipungkiri, perkembangan ini tentu membuat aktivitas manusia menjadi lebih mudah.

Salah satunya adalah indikator pada mobil yang kini tersedia dalam beragam jenis. Indikator adalah tanda yang ada pada dashboard, berfungsi untuk menginformasikan kepada pemilik mobil tentang apa yang sedang terjadi pada komponen mesin.

Secara umum, ada tiga warna lampu indikator yang dapat muncul pada dasbor mobil saat ada komponen mobil yang sedang bekerja atau mengalami gangguan.

Tiga warna yang umumnya muncul pada lampu indikator ini adalah hijau, kuning dan merah, dengan skala prioritas yang berbeda-beda tiap warnanya.

1. Hijau

Warna hijau bertugas menginformasikan bahwa ada komponen mobil yang sedang digunakan. Namun, warna hijau tidak dapat mengindikasikan adanya kerusakan komponen mesin. Misalnya, indikator bahwa lampu jauh sedang menyala atau indikator saat mobil berada dalam mode ECO.

2. Kuning

Kemudian ada warna kuning yang umumnya berupa peringatan atau menginformasikan bahwa ada komponen yang harus dicek atau pengemudi harus waspada. Contohnya, indikator tekanan ban, indikator bensin dan indikator engine check.

3. Merah

Jika ada warna ini pada indikator dasbor, maka ada suatu masalah yang butuh perhatian khusus dari pemilik mobil. Dalam beberapa kasus, warna ini mengindikasikan bahwa mobil tidak aman untuk dikendarai.

Umumnya, indikator yang ditandai dengan warna merah adalah indikator penanda bahwa kap mesin depan atau bagasi belum tertutup dengan baik, indikator sabuk pengaman yang belum terpasang dengan baik, indikator air bag, indikator rem dan indikator temperatur mesin.

Selain itu, pengendara juga perlu mengetahui jenis-jenis indikator yang terdapat pada dashbor mobil.

1. Check Engine

Indikator check engine berbentuk seperti gambar mesin. Jika menyala, maka ada masalah yang terjadi pada bagian mesin atau kontrolnya. Namun, indikator ini tidak selalu menunjukkan kerusakan serius. Bisa jadi check engine menyala karena adanya soket yang kendur, juga dapat menunjukkan adanya komponen/sensor pada mesin yang membutuhkan penggantian.

2. Tekanan Oli Mesin

Berbentuk seperti teko dengan fluida menetes, jika menyala menandakan sistem pelumasan mesin mobil Anda bermasalah. Dapat diakibatkan dari volume oli menurun atau dari sistem pelumasan yang bermasalah. Lakukan pengecekan volume oli dan tambahkan jika kurang dan cek apakah ada kebocoran.

3. Temperatur Mesin

Indikator ini berfungsi untuk memberikan peringatan suhu panas pada mesin kendaraan ketika mengalami overheat. Jika mendapati kondisi ini, pengemudi perlu mematikan komponen elektronik yang bisa membebani mesin seperti AC maupun audio.

4. ABS (Anti-Lock Braking System)

Lingkaran dan tulisan ABS pada bagian tengahnya menunjukkan adanya masalah pada sistem tersebut. Ketika sistem ABS bermasalah fungsi rem tetap berfungsi dengan tipe konvensional, sehingga tidak perlu dikhawatirkan rem tidak beroperasi.

5. Minyak Rem

Berbentuk lingkaran dengan tanda seru pada bagian tengahnya. Ketika menyala, ada indikasi volume minyak rem kurang dikarenakan ausnya kampas rem akibat penggunaan atau adanya kebocoran. Tambahkan minyak rem dengan jenis yang sama.

6. Pengisian Aki

Indikator ini berupa gambar baterai dengan kutub positif dan negatif. Ketika menyala, berarti ada masalah pada sistem pengisian arus listrik (altenator tidak mengisi). Hal itu berdampak aki akan kosong sehingga kendaraan tidak dapat distarter, lampu dan semua sistem kelistrikan tidak dapat dioperasikan.

7. Bahan Bakar

Simbol ini hadir dengan gambar pompa bensin yang biasanya disertai dengan informasi volume bahan bakar dengan jarum ataupun bar, disertai dengan huruf E (Empty) dan F (Full). Dan terdapat anak panah yang menunjuk kanan/kiri lubang pengisian bahan bakar.

8. EPS (Electric Power Steering)

EPS hanya dimiliki pada kendaraan yang menggunakan Electric Power Steering. Jika menyala menandakan adanya malfungsi pada sistem, yang ditandai dengan steering terasa berat.

9. Key Free

Hanya dimiliki kendaraan yang menggunakan Key Free, gambar kunci dengan sinyal warna kuning menyala mengedip ketika key free berada di luar kendaraan, sedangkan mesin masih hidup atau ketika ada masalah pada sistemnya.

10. Seat Belt

Simbol bergambar orang mengenakan seatbelt akan menyala ketika seat belt di bagian driver tidak digunakan. Buzzer akan berbunyi ketika kecepatan melebihi 20km/jam dan akan berhenti berbunyi ketikan seat belt sudah digunakan.

11. Indikator Rem Parkir

Indikator rem parkir dengan bentuk lingkaran dan P pada bagian tengahnya menunjukkan bahwa rem parkir dalam kondisi sedang dioperasikan (aktif).

12. AT (Automatic Transmission)

Hanya dimiliki oleh kendaraan bertransmisi otomatis, apabila menyala dapat menunjukkan adanya masalah pada sistem transmisinya.

13. VSC (Vehicle Stability Control)

Dengan gambar kendaraan dan alur jalan slip, jika menyala menandakan VSC sedang dinonaktifkan atau sedang ada malfungsi pada sistem tersebut.

14. TRC (Traction Control)

TRC/off ini menyala menandakan TRC sedang dinonaktifkan pengemudi atau sedang ada malfungsi pada sistem tersebut.

15. Airbag

Berupa gambar penumpang dan kantong udara di depannya. Jika indikator ini menyala menandakan adanya malfugnsi pada sistem airbag.

16. Immobilizer

Gambar bulatan merah akan menyala mengedip ketika kunci dilepas atau ketika ada masalah pada sistem immobilizernya.

Semua indikator pada cluster akan menyala ketika IG On yang menandakan semua beroperasi dengan baik. Selanjutnya, saat mesin hidup beberapa indikator tersebut akan mati.

Itulah jenis-jenis lampu indikator pada mobil.

Tag : #indikator    #mobil    #otomotif   

Baca Juga