Shiba Inu Coin

Mengenal Shiba Inu Coin, Mata Uang Kripto yang Harganya Meroket Belakangan Ini

Wanovy | Teknologi | 30-10-2021

Shiba Inu coin belakangan menjadi trending dalam sebulan terakhir. Mata uang kripto (cryptocurrency) itu diberitakan menembus harga tertinggi sepanjang sejarah eksistensinya hingga akhir Oktober 2021.

Saat ini, aset digital yang berasal dari sebuah meme itu justru mengambil alih posisi Dogecoin dan masuk ke dalam peringkat 10 teratas aset digital terbesar.

Nilai koin Shiba Inu melejit 45 persen pada Rabu, 27 Oktober 2021 ke level USD 0,00006220 berdasarkan CoinGecko. Total keuntungan selama sebulan terakhir mencapai 710 persen. Dengan nilai pasar USD 30,9 miliar atau Rp 438,7 triliun. Harga tersebut menempatkan Shiba Inu berada di posisi 11.

Tren koin Shiba Inu (SHIB) berawal dari unggahan foto Elon Musk di Twitter yang memperlihatkan anak anjing ras asal Jepang tersebut.

Berkat cuitannya tersebut, SHIB mendadak meroket 240 persen dalam tujuh hari usai bos Tesla upload foto anak anjing miliknya yang dinamai Floki.

Jika dilihat,logo Shiba Inu coin dan pesaingnya Dogecoin sama-sama mengusung gambar ras anjing Jepang paling populer Shiba Inu. Tak heran jika SHIB memang digadang-gadang menjadi pembunuh DOGE.

Lantas, apa itu Shiba Inu Coin?

Shiba Inu Coin merupakan mata uang kripto yang dibuat pada Agustus 2020 oleh seseorang dengan nama samaran Ryoshi. Shiba Inu termasuk token ERC-20 karena berjalan di atas jaringan blockchain Ethereum.

Menurut buku putih (white paper), Ryoshi memutuskan untuk meluncurkan Shiba Inu di Ethereum karena sudah aman dan mapan. Soal kepemilikin koin Shiba Inu, Ryoshi mengklaim bahwa dirinya sendiri tidak memegang koin Shiba Inu.

Dari segi ketersediaan, koin Shiba Inu termasuk memiliki pasokan yang melimpah, yaitu hingga 1 kuadriliun atau 1.000 triliun.

Pada awal kemunculannya, harga koin Shiba Inu atau SHIB kala itu nyaris tak bernilai. Ini karena Shiba Inu hanyalah altcoin baru.

Sementara itu, kenaikan harga koin Shiba Inu pada Rabu, 27 Oktober 2021 dikaitkan dengan petisi daring di platfrom Change.or.

Petisi itu berisi aspirasi pelaku pasar agar Robinhood menjadi pialang pertama yang mencantumkan koin Shiba Inu. Petisi mendapat dukungan lebih dari 300 ribu tanda tangan.

Baru-baru ini Shiba Inu juga merilis serangkaian mata uang non-fungible bernama shibohis di blockchain ether. Beberapa di antaranya menampilkan anjing Shiba Inu mengenakan topi pesta atau dengan mata laser.

Berdasarkan data di situs CoinGeko, Kamis (28/10/2021) malam, Shiba Inu kini sudah berhasil mengalahkan Dogecoin dalam hal kapitalisasi pasar.

Per 28 Oktober 2021, Shiba Inu tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebsar 41 miliar dollar AS (setara Rp 581 triliun), menjadikannya sebagai mata uang kripto terbesar nomor sembilan di dunia. Sementara Dogecoin kini berada di peringkat ke-10 sebagai cryptocurrency terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar 39,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 557 triliun).

Tag : teknologi, kripto, money, shiba inu, dogecoin

Berita Terkait