Mengenal Apa Itu UKT dan Manfaatnya di Perguruan Tinggi

Ilustrasi Penerapan UKT di Perguruan Tinggi (Foto:Parboaboa/Norben Syukur)

PARBOABOA, Jakarta - Bagi mahasiswa, UKT mestinya bukan istilah asing. Apalagi bagi mahasiswa yang berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Tetapi, berbeda dengan orang tua mahasiswa baru dan juga mahasiswa baru itu sendiri. Istilah UKT ini tentu saja bukan menjadi diksi familiar.

Belum lagi sistem UKT ini ternyata terbagi menjadi dua, yaitu UKT Unggul dan UKT Unggul Subsidi.

Secara umum, UKT dipahami sebagai besaran biaya kuliah yang wajib dibayarkan oleh mahasiswa di setiap semesternya.

Sementara UKT Unggul adalah sistem penetapan biaya pendidikan yang berasaskan keadilan, menciptakan akses pendidikan unggul bagi seluruh mahasiswa Indonesia.

Kemudian, UKT Unggul Subsidi merupakan subsidi sebesar 100%, 75%, 50%, atau 25% dari besaran nominal UKT Unggul.

Melalui artikel ini, Parboaboa menyajikan secara detail tentang apa itu UKT, mulai dari pengertian, manfaat, hingga sistem penentuan besarannya.

Selain itu, ada harap, kita akan mengetahui perbedaan utama antara UKT Unggul dan UKT Unggul Subsidi. Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, ayo simak pembahasannya di bawah ini!

Pengertian UKT

UKT adalah singkatan dari Uang Kuliah Tunggal. UKT merujuk pada besaran biaya yang harus dibayarkan oleh mahasiswa di setiap semester yang dipilih demi membantu dan meringankan biaya pendidikan mahasiswa.

Sedangkan berdasarkan buku "Analisis Kebijakan Pendidikan" oleh Jejen Musfah, UKT adalah biaya BKT dikurangi dengan Bantuan Operasional PTN (BOPTN).

Adapun kebijakan ini dilandasi oleh aturan Permendikbud Nomor 55 Tahun 2013 yang kemudian direvisi dalam Permenristekdikti Nomor 22 Tahun 2015 tentang penerapan kebijakan UKT.

Terbitnya UKT ini bertujuan untuk meringankan beban mahasiswa dan orang tua mahasiswa dengan besaran biayanya yang disesuaikan dengan pendapatan orang tua.

Para mahasiswa yang memiliki orang tua dengan pendapatan kecil, maka mahasiswa tersebut juga akan mendapatkan golongan UKT sehingga dia mampu membayar biaya pendidikan di setiap semesternya.

Sebaliknya, untuk mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan tinggi, maka akan mendapatkan golongan UKT yang tinggi pula.

 Lantas seperti apa perbedaan antara UKT Unggul dan UKT Unggul Subsidi? Sistem pembagian ini tidak berlaku di semua kampus.

Salah satu perguruan tinggi yang menerapkan sistem UKT Unggul dan UKT Unggul Subsidi adalah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pada tahun ajaran baru 2024 ini, UGM membuka kesempatan kepada calon mahasiswa baru untuk mendapatkan kedua UKT ini.

1. UKT Pendidikan Unggul UGM

 Kondisi ekonomi kedua orang tua atau penanggung biaya pendidikan mahasiswa menjadi pertimbangan utama dalam menentukan UKT.

Adapun tujuannya untuk membuka ruang akses pendidikan unggul yang merata bagi seluruh mahasiswa.

2. UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi UGM

Berupa subsidi yang dihitung berdasarkan persentase tertentu dari besaran nominal UKT Pendidikan Unggul.

 Diberikan kepada kelompok mahasiswa tertentu, seperti kelompok 1 dan 2, dengan subsidi penuh atau tidak dikenakan biaya.

Manfaat UKT

Sistem UKT ini memiliki fungsi subsidi silang antar mahasiswa yang didasarkan pada kondisi ekonomi orang tua/wali masing-masing.

Pengelompokkan UKT difilter sesuai penghasilan dari orang tua/wali mahasiswa. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan untuk seluruh mahasiswa.

 Selain itu, program ini juga mencoba membuka kesempatan untuk menempuh pendidikan bagi mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu.

Mekanisme Penentuan Besaran UKT

Berdasarkan peraturan yang berlaku, program UKT ini hanya berlaku bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang masuk melalui program reguler SNMPTN dan SBMPTN.

Sedangkan bagi mahasiswa yang masuk melalui jalur lain akan mendapatkan biaya kuliah yang ditetapkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa besaran UKT yang didapat oleh setiap mahasiswa akan berbeda-beda.

Semua sangat tergantung pada pendapatan orang tuanya. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan sebuah sistem untuk menentukan besaran yang tepat bagi setiap mahasiswa.

Pertama-tama untuk menentukan besaran UKT adalah dengan mengisi formulir UKT dengan secara jelas dan jujur menginformasikan besarnya pendapatan orang tua.

Selain pendapatan (gaji dan tunjangan), mahasiswa juga harus terbuka mengenai luas tanah, banyaknya kendaraan, jumlah rumah, dan pengeluaran yang dilakukan untuk keluarga.

Langkah selanjutnya, berdasarkan data tersebut mahasiswa akan mendapatkan besaran UKT masing-masing.

Jumlah yang ditentukan tersebut menjadi kewajiban yang harus dibayarkan mahasiswa di setiap semester untuk bisa mengikuti pendidikan di perguruan tinggi.

Contoh Penentuan UKT

Setelah memahami mekanisme tersebut, selanjutnya yang harus diperhatikan adalah contoh dari penetapan UKT. Merujuk laman Universitas Gadjah Mada (UGM), berikut adalah contoh penerapan UKT:

- UKT 0 = Peserta Bidikmisi

- UKT 1 = Penghasilan ≤ Rp500.000

- UKT 2 = Rp500.000 < Penghasilan ≤ Rp2.000.000

- UKT 3 = Rp2.000.000 < Penghasilan ≤ Rp3.500.000

- UKT 4 = Rp3.500.000 < Penghasilan ≤ Rp5.000.000

- UKT 5 = Rp5.000.000 < Penghasilan ≤ Rp10.000.000

- UKT 6 = Rp10.000.000 < Penghasilan ≤ Rp20.000.000

- UKT 7 = Rp20.000.000 < Penghasilan ≤ Rp30.000.000

- UKT 8 = Penghasilan > Rp30.000.000

Demikian ulasan terkait UKT secara terperinci. Harapannya, informasi ini dapat membantu untuk memahami secara detail terkait penetapan UKT yang berlaku di masing-masing kampus.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS