Paskibra : Sejarah, Motto, Beserta Lambangnya

Paskibra : Sejarah, Motto, Beserta Lambangnya ( Foto: malukuterkini)

PARBOABOA - Sebentar lagi kita akan memperingati, HUT Republik Indonesia yang ke-77 tahun. Pada momen ini, salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu ialah momen pengibaran bendera merah putih saat kemerdekaan RI yang dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera atau disingkat Paskibra.

Untuk anak Paskibra sendiri atau siswa yang mengikuti ekskul Paskibra di sekolahnya seharusnya ia sudah tahu bagaimana sejarah ekskul ini terbentuk. Namun ternyata, walaupun telah mengikuti ekskul yang satu ini di sekolahnya, masih ada saja siswa-siswa yang sampai saat ini masih belum mengetahui sejarah Paskibra.

Nah, apabila kamu belum mengetahui sejarah Paskibra beserta mottonya, berikut kami telah merangkum informasi seputar Paskibra lengkap dengan sejarah hingga mottonya untuk kamu.

Sejarah Paskibra

Sejarah panjang Paskibra dimulai pada tahun 1946. Saat itu, Presiden Soekarno memanggil ajudannya yang pada masa itu adalah Mayor (laut) M. Husein Mutahar. Soekarno memberi perintah untuk segera melakukan upacara pada detik-detik proklamasi yang diadakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.

Mendengar perintah sang Presiden, lantas membuat Mayor (laut) M. Husein bergegas mencari cara untuk melakukan upacara tersebut. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena merekalah generasi penerus bangsa kelak.

Tetapi, karena gagasan tersebut tidak berhasil terlaksana. Pada akhirnya, Mutahar hanya berhasil menghadirkan lima orang pemuda yang terdiri dari 3 orang putra dan 2 orang putri yang berasal dari berbagai daerah yang kebetulan saat itu sedang berada di Yogyakarta.

Lima orang pemuda itu lantas dilambangkan sebagai Pancasila dan sejak saat itu, hingga tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta terus dilaksanakan dengan cara yang sama. Pada tahun 1950, Ibu Kota dikembalikan ke Jakarta. Sejak saat itu, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera.

Pengibaran bendera pada setiap tanggal 17 Agustus di Istana Merdeka sejak saat itu dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan hingga tahun 1966. Selama periode tersebut, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

Hingga pada tahun 1967, Mutahar kembali di panggil Presiden Soeharto ke Istana untuk menangani masalah pengibaran bendera. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, Mutahar kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yang diberi nama berdasarkan jumlah anggotanya.

Kelompok yang pertama diberi nama Pasukan 17 yang bertugas sebagai pengiring atau pemandu, kelompok kedua diberi nama Pasukan 8 yang bertugas membawa bendera, dan Pasukan yang terakhir diberi nama Pasukan 45 yang bertugas sebagai pengawal. Jumlah pasukan ini diambil dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, yaitu 17 Agustus 1945 (17-8-1945).

Pada saat itu, dengan situasi dan kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pramuka untuk melaksanakan tugas tersebut. Rencanya, pasuka 45 akan terdiri dari mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI), namun rencana tersebut tidak berhasil dilaksanakan.

Akhirnya, diambillah Pasukan Pengawal Presiden yang mudah untuk dihubungi. Sejak 17 Agustus 1968, diputuskan bahwa pasukan pengibar bendera adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi, karena belum seluruh provinsi mengirimkan perwakilannya, maka masih harus ditambah lagi oleh mantan anggota pasukan tahun 1967.

Pada tahun 17 Agustus 1969, anggota pengibaran bendera resmi terdiri dari remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia, yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan setiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri.

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 – 1972 masih Pasukan Pengerek Bendera. Hingga pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pasukan Pengerek Bendera ini, yaitu PASKIBRA. Kata PAS yang berarti PASukan, KIB yang berasal dari KIBar yang berarti pengibar, dan RA yang berarti bendeRA.

Seragam Baju Paskibra

Saat bertugas, pasukan pengibar bendera ini akan mengenakan baju dinas atau biasa disebut PDU (Pakaian Dinas Upacara) berwarna putih, lengkap dengan atribut Paskibra, dan sepatu Paskibra atau biasa disebut dengan sepatu pentofel berwarna hitam.

Motto Paskibra

Adapun motto dari Pasukan Pengibar Bendera Ialah :

Paskibra itu…

Tidak Takut Salah!

Tidak Takut Kalah!

Tidak Takut Jatuh!

Tidak Takut Mati!

Takut Mati Jangan Hidup!

Takut Hidup? Mati Sekalian!

 

Jika Ada Seribu, Kami Adalah Satu!

Jika Ada Seratus, Kami Tetap Satu!

Jika Ada Sepuluh, Kami Yakin Tetap Satu!

Jika Ada Satu, Ya! Itulah kami!

Lambang Paskibra

(Foto : paspram.wordpress.com)

Itulah Informasi seputar Paskibra, lengkap dengan sejarah hingga mottonya. Semoga bermanfaat.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS