Pendidikan Vokasi Ramai di Indonesia, Apa Saja Pengaruhnya bagi Pembangunan Ekonomi?

Salah satu pendidikan vokasional berbentuk Sekolah Teknik Menengah (STM) (Foto: stmstrada.sch.id)

PARBAOBOA, Jakarta - Perkembangan pendidikan, termasuk pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam pembangunan manusia. 

Adapun konsep pembangunan manusia meliputi perkembangan kognitif, emosional, fisik, serta penguasaan dalam teknologi, seni, dan olahraga.

Menurut penelitian Slamet PH (2009), pendidikan vokasi bertujuan untuk mengembangkan kualitas dasar manusia seperti kemampuan berpikir dan budi pekerti. 

Selain itu, pendidikan vokasi terarah pada upaya mengasah kebugaran fisik, serta memperkuat identitas bangsa Indonesia.

"Pendidikan vokasi tidak hanya fokus pada pengembangan kualitas personal, tetapi juga pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga," ungkap Slamet. 

Dengan pendasaran demikian, ia menegaskan pentingnya membangun individu yang mampu berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kesuksesan pendidikan vokasi dapat diukur dari sejauh mana pendekatan yang digunakan oleh pihak pemerintah.

Model pendekatan yang sesuai harus mampu menggabungkan pengembangan kualitas dasar manusia dan pembangunan masyarakat Indonesia secara komprehensif.

"Dari sudut pandang pribadi, pendidikan vokasi harus mempertimbangkan kearifan lokal sambil tetap memenuhi standar nasional dan internasional," tambahnya.

Prinsip-prinsip tata kelola yang baik seperti demokrasi, partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas juga harus diimplementasikan. 

Tujuannya adalah memastikan peran pendidikan vokasi yang optimal sesuai konteks Indonesia yang beraneka ragam. 

Apa Pengaruhnya untuk Ekonomi?

Pendidikan vokasional memegang peranan penting dalam konteks pembangunan ekonomi di Indonesia. 

Sejak 1960-an, sejumlah penelitian telah menegaskan investasi dalam pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian suatu negara. 

Kontribusi pendidikan vokasional terhadap ekonomi dapat dilihat dari dua aspek utama, yakni penyediaan tenaga kerja dan respons terhadap permintaan pasar kerja.

Pertama, pendidikan vokasional berperan penting sebagai penyedia tenaga kerja. 

Melalui pendidikan formal dan pelatihan non-formal seperti kursus keterampilan, pendidikan vokasional menciptakan kualifikasi yang diperlukan oleh industri dan sektor-sektor lainnya. 

Meskipun demikian, sistem pendidikan vokasional sering kali hanya fokus pada beberapa bidang studi tertentu. 

Hal tersebut menyebabkan ketidakseimbangan antara penawaran tenaga kerja yang terlalu banyak (over-supply) di beberapa sektor pekerjaan dan terlalu sedikit (undersupply) di sektor lain.

Kedua, pendidikan vokasional juga berfungsi untuk merespons permintaan pasar kerja yang beragam. 

Permintaan tenaga kerja tidak hanya terkait dengan jumlah, tetapi juga dengan kualitas, lokasi, dan waktu. 

Jika sektor formal seperti industri dan perbankan memerlukan kualifikasi teknis dan profesional yang tinggi, maka sektor informal membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang lebih umum dan fleksibel. 

Selain itu, sektor publik dan swasta, serta profit dan nonprofit, menunjukkan perbedaan dalam jenis dan tingkat kualifikasi yang dibutuhkan.

Optimalisasi Pendidikan Vokasi

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, pendidikan vokasional harus dapat menyesuaikan kurikulum dan program-programnya untuk memenuhi tuntutan pasar kerja yang semakin kompleks. 

Hal ini mencakup pengembangan keterampilan teknis dan juga kemampuan adaptasi terhadap inovasi dan perubahan teknologi. 

Dengan demikian, optimalisasi peran pendidikan vokasional dalam mendukung pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. 

Sebaliknya, fokusnya harus terarah pada efisiensi dalam mengelola penyediaan dan permintaan tenaga kerja secara menyeluruh di berbagai sektor ekonomi Indonesia.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, pendidikan vokasi diharapkan mampu menyediakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis. 

Pendidikan vokasi juga diharapkan mendidik masyarakat untuk memiliki karakter cinta tanah air dan kokoh memperjuangkan keutuhan NKRI.

Pemerintah perlu memfasilitasi pengembangan peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, serta potensi alam Indonesia yang melimpah.

Dengan demikian, pendidikan vokasi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi penerus yang kompeten dan berintegritas tinggi untuk mendukung pembangunan bangsa Indonesia.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS