Proses terjadinya hujan (Dok: ruparupa.com)

Penjelasan Tentang Proses Terjadinya Hujan

Rahma | Pendidikan | 16-04-2022

PARBOABOA - Hujan adalah sebuah kondisi alam dimana tetesan air berjatuhan dari langit. Menurut KBBI, hujan adalah titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan.

Sedangkan menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), hujan merupakan bentuk presipitasi atau endapan dari cairan menjadi zat padat dan berubah menjadi cair kembali.

Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat mengubah suhu di atas atmosfer yang berada pada lapisan atas permukaan bumi.

Hujan memiliki fakta yang menarik loh, yakni dimana air hujan memiliki bentuk seperti tetesan air mata dengan ukuran yang sangat kecil.

Selain itu walaupun secara ilmiah sudah dibuktikan bahwa air hujan berasal dari air laut yang pada umumnya memiliki rasa asin, tetapi air hujan tetap turun dengan rasa yang tawar.

Canggih bukan? Hal ini, terjadi karena adanya pengaruh alam dalam proses terjadinya hujan .

Sebelumnya, apakah kalian sudah tahu bagaimana proses terjadinya hujan? Jika belum, mari simak ulasan berikut ini.

1. Tahap Evaporasi atau Penguapan

Tahap evaporasi adalah tahap dimana air mengalami proses penguapan. Penguapan ini terjadi akibat adanya pengaruh dari panas suhu bumi yang berasal dari matahari.

Pemanasan ini menyebabkan air yang ada di permukaan bumi seperti dari laut, danau, sungai, ataupun samudra akan menghasilkan uap yang kemudian akan naik ke atmosfer bumi.

Uap itu kemudian akan menggumpal membentuk awan, jika banyak gumpalan awan yang terbentuk maka akan menyebabkan terjadinya hujan deras.

2. Tahap Kondensasi atau Pengembunan

Tahap kedua dari proses terjadinya hujan adalah tahap kondensasi atau disebut juga sebagai tahap pengembunan.

Pada tahap ini, air yang sebelumnya mengalami penguapan akan berubah menjadi partikel-partikel es yang berukuran kecil.

Hal ini disebabkan karena ketika uap air berada di atmosfer, akan mengalami perubahan suhu yang sangat ekstrim.

Gumpalan awan yang biasa kita lihat dilangit, terbentuk akibat partikel-partikel air yang sudah menjadi es tersebut saling bergerak mendekati satu sama lain hingga membentuk gumpalan, proses ini disebut sebagai proses koalesensi.

Ukuran partikel air yang telah membentuk es ini memiliki jari-jari kurang lebih 5-20 mm. Kemudian akan jatuh kebumi dengan kecepatan 0.01-5 cm/sekon.

Tapi kamu harus ingat, tidak semua air yang mengalami pengembunan akan membentuk awan, karena ada juga sebagian air yang mengalami pengembunan di dekat tanah yang akan berubah menjadi kabut.

3. Tahap Presipitasi atau mencairnya partikel es

Proses terjadinya hujan berikutnya adalah  tahap presipitasi, yakni dimana butiran partikel es yang telah membentuk awan akan mencair.

Inilah yang menyebabkan butiran air hujan mampu menyentuh atau jatuh ke bumi. Tahap ini terjadi ketika awan sudah terlalu padat berisi uap air, sehingga tidak mampu lagi untuk menahan beban air.

Lalu beban air itu akan di tumpahkan kepermukaan bumi. Ukuran tetesan air hujan pada umumnya sekitar o,5 milimeter sedangkan ukuran tetesan air hujan gerimis akan kurang dari 0,5 milimeter.

Jadi mengapa ada hujan es ataupun salju? Hujan es ataupun salju akan terjadi, ketika posisi awan sangat tinggi sehingga membuat awan memiliki suhu yang sangat dingin.

Hal inilah yang menyebabkan partikel es tidak mencair secara sempurna saat jatuh ke bumi, bahkan ada juga yang jatuh ke bumi dalam keadaan beku atau biasa kita sebut sebagai hujan salju.

Nah, itulah pembahasan mengenai proses terjadinya hujan. Curah hujan di setiap daerah berbeda-beda, hal ini disebabkan karena adanya pengaruh beberapa faktor yakni lokasi, temperatur suhu, arah angin dan juga ketinggian tempat.

 

Tag : #hujan    #proses terjadinya hujan    #pendidikan    #tahap-tahap terjadinya hujan   

Baca Juga