Pentagon Peringatkan AS Agar Tidak Kirim Tank Abrams ke Ukraina

Seorang pejabat senior Pentagon menjelaskan Amerika Serikat (AS) saat ini tidak siap untuk menyediakan tank Abrams yang canggih ke Ukraina. Hal tersebut dikarenakan kesulitan dalam pemeliharaan dan pelatihan. Diketahui, Ukraina telah berulang kali meminta Barat untuk memberikan tank-tank modernnya guna membantu memerangi invasi Rusia, dan Jerman dilaporkan menghubungkan keputusannya apakah akan memberikan bantuan tank Leopard dengan ketersediaan tank Abrams (Foto: Detiknews)

PARBOABOA, Jakarta - Seorang pejabat senior Pentagon menjelaskan Amerika Serikat (AS) saat ini tidak siap untuk menyediakan tank Abrams yang canggih ke Ukraina. Hal tersebut dikarenakan kesulitan dalam pemeliharaan dan pelatihan. Diketahui, Ukraina telah berulang kali meminta Barat untuk memberikan tank-tank modernnya guna membantu memerangi invasi Rusia, dan Jerman dilaporkan menghubungkan keputusannya apakah akan memberikan bantuan tank Leopard dengan ketersediaan tank Abrams.

"Saya hanya berpikir kita belum sampai," kata Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Colin Kahl, kepada wartawan ketika ditanya tentang memberikan tank Abrams ke Ukraina, meskipun dia tidak sepenuhnya menutup pintu untuk pergeseran di masa depan.

“Tank Abrams adalah peralatan yang sangat rumit. Mahal, sulit untuk dilatih, memiliki mesin jet - saya pikir sekitar tiga galon per mil dengan bahan bakar jet. Ini bukan sistem termudah untuk dirawat," ujar Kahal seperti dikutip dari France 24, Kamis (19/01/2023).

Dua juga mengatakan bahwa kepala pertahanan AS Lloyd Austin sangat ingin menghindari penyediaan peralatan ke Ukraina yang tidak dapat mereka perbaiki, tidak dapat mereka pertahanankan, dan dalam jangka panjang mereka tidak mampu membelinya karena itu tidak dapat membantu.

Baik dari media Jerman maupun AS memberitahu bahwa Berlin tidak akan setuju untuk menyediakan tank Leopard ke Ukraina kecuali Washington membuat bantuan tank.

Inggris akhir pekan lalu telah berjanji akan menyediakan tank Challenger 2 ke Ukraina, menjadikannya negara pertama yang mengumumkan penyediaan tank berat Barat ke Kiev.

Sebelumnya, Jerman dan Amerika Serikat pekan lalu menerangkan bahwa mereka masing-masing akan menyediakan kendaraan lapis baja Bradley dan Marder, dan Prancis juga telah berjanji akan menyediakan tank ringan AMX-10 RC.

Namun, ketika ditanya tentang pemikiran di balik peningkatan jumlah kendaraan lapis baja yang dijanjikan ke Kiev, Khal mengatakan mereka diperlukan untuk membantu pasukan Ukraina mengalahkan pertahanan Rusia yang semakin berat.

"Pasukan Moskow menggali, mereka menggali parit, mereka meletakkan Gigi Naga ini, meletakkan ranjau. Mereka benar-benar berusaha membentengi FLOT itu, garis depan pasukan itu," terangnya.

"Tujuannya adalah untuk memungkinkan mereka mengubah dinamika itu dengan pertahanan statis semacam ini dengan mampu menembak dan bermanuver melalui penggunaan kekuatan yang lebih mekanis," tutup Kahl.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS