Kedubes Amerika Serikat Berikan Program Pendidikan untuk Dosen dan Mahasiswa

Program pendidikan dan kebudayaan Kedutaan Besar AS memberikan program pendidukan dosen dan mahasiswa. (Foto: dok. Antara News)

PARBOABOA, Jakarta – Program pendidikan dan kebudayaan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat memberikan program pendidikan untuk dosen yang ingin menguasai bahasa Inggris dan mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di berbagai universitas di Amerika Serikat.

"Kami memberikan program kursus bahasa Inggris bagi dosen dan mahasiswa yang ingin belajar bahasa Inggris, dan kursus ini kami berikan bersamaan dengan webinar secara gratis," kata Rick Rosenberg Direktur Religion English Language Office (RELO) dalam Talkshow yang diadakan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dalam kegiatan Annual International Conference on Islam Studies (AICIS) ke 21, Kamis (20/10/2022) kemarin.

Untuk program Bahasa Inggris, Rick akan mengundang pendiri bahasa Inggris dari Amerika ke Indonesia atau dosen dari Indonesia dapat belajar ke Amerika.

Saat ini, sebanyak 280 guru madrasah dan guru pesantren dari seluruh Indonesia sedang menjalani training untuk program English Language Teacher Training sejak dua tahun lalu. Program English Language Teacher Training merupakan training berjenjang, dengan setiap master trainer nya harus mentraining lima dosen yang akan mentraining guru madrasah dan guru pesantren.

Sementara kurikulum yang digunakan adalah IELTS dari National Geographic dan akan diajar dua kemampuan yaitu bahasa Inggris, agar nantinya para guru madrasah dan pesantren akan lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan dan mengajarkannya untuk dipelajari.

Selain program English Language Teacher Training, terdapat program yang bertujuan untuk membangun kepemimpinan kaum muda, memperkuat hubungan antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara, serta memelihara komunitas pemimpin yang berusaha untuk memecahkan masalah bersama. Nama program tersebut yaitu Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI).

YSEALI terbuka untuk kaum muda dengan rentang usia 18-35 tahun yang berasal dari seluruh negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) Asia Tenggara dan Timor Leste, yang berfokus pada empat tema yaitu pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, pendidikan dan keterlibatan warga negara.

"Kedubes AS sangat peduli dengan pendidikan untuk siswa dan dosen Indonesia di semua level," ucap Rick.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS