Program PMDSU Percepat Proses Gelar Doktor Hanya Empat Tahun

Ilustrasi kelulusan mahasiswa.

PARBOABOA Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) telah mendirikan program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang dibangun sejak 2013.

Program ini merupakan upaya dari Ditjen Diristek untuk memberikan beasiswa bagi sarjana unggul untuk melakukan percepatan pendidikan (akselerasi) sebagai lulusan doktor (S3) dan magister (S2) dalam waktu empat tahun.

“Karena apabila melalui program doktor reguler, kita perlu waktu minimal tujuh tahun. Namun dengan adanya program PMDSU ini diharapkan kita dapat mencetak doktor dalam waktu empat tahun," ujar Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Tjitjik Srie Tjahjandarie melalui keterangan tertulis, Kamis (17/11/2022).

Dengan adanya program ini, Tjitjik berharap agar program tersebut dapat membangkitkan semangat para mahasiswa untuk lulus tepat waktu.

"Sehingga saya berharap melalui kegiatan ini sebagai bentuk program saling men-trigger satu dengan yang lain untuk selesai on-time atau tepat waktu,” tambah Tjitjik.

Lebih lanjut, Tjitjik menyampaikan jika pada tahun 2023 Direktorat Sumber Daya harus menaikkan target beasiswa yang semula hanya 150 penerima menjadi 300 penerima. 

“Oleh karena itu, pada tahun ini kita membahas dengan Bappenas (Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional-red.) dan juga DJA (Direktorat Jenderal Anggaran-red.) untuk tahun 2023 nanti Direktorat Sumber Daya dipaksa untuk dapat menargetkan jumlah awardee baru sebesar 300 penerima beasiswa, yang sebelumnya hanya sekitar 150 penerima,” pungkas Tjitjik.

Adapun target lain yakni, jumlah SDM bergelar doktor di Indonesia harus mencapai angka 20 persen. Namun, sampai saat ini capaian masih sekitar 16 persen dan harus mengejar 4 persen lagi untuk mencapai target.

Selain itu, Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek Muhammad Sofwan Effendi mengatakan jika Indonesia harus meningkatkan lagi sumber daya manusia (SDM). Agar di tahun 2035 SDM di Indonesia menjadi lebih unggul. 

“Empat tahun lulus doktor maka akan cepat mencapai 2035 dengan kondisi SDM yang unggul. Hal tersebut merupakan keuntungan bagi Indonesia dengan dihuni anak-anak pintar dan cerdas yang siap berkontribusi di berbagai bidang,” ujar Sofwan.

Maka dari itu, menurut Sofyan PMDSU merupakan program terobosan yang tepat untuk menaikkan rasio penduduk berkualifikasi S2 dan S3 di Indonesia.

"Kita juga perlu mengambil peluang dari bonus demografi untuk menaikkan rasio penduduk yang berkualifikasi S2 dan S3, salah satunya melalui beasiswa PMDSU," jelas Sofwan.

Sebelumnya, diketahui selama enam tahun terakhir publikasi ilmiah di Indonesia meningkat secara eksponensial. Pada 2021, jumlah publikasi ilmiah Indonesia tercatat mencapai 50 ribu publikasi per tahun. Hal ini mendongkrak peringkat publikasi ilmiah Indonesia dari peringkat 56 dunia naik ke peringkat 21 dunia. 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS