PSS Sleman Terus Meraih Hasil Negatif, Berjuang Bangkit dari Keterpurukan!

Pelatih PSS Sleman, Bertrand Crasson. (Foto: Instagram/@psssleman)

PARBOABOA – PSS Sleman belakangan ini mengalami serangkaian hasil minor dalam beberapa pertandingan terakhir. Tim yang akrab disebut sebagai Super Elang Jawa ini bahkan telah menelan dua kekalahan beruntun dalam pertandingan tandang mereka, menghadapi Arema FC dan Dewa United.

Hasil-hasil yang kurang memuaskan ini telah meruntuhkan posisi mereka di klasemen sementara BRI Liga 1 2023/2024. Saat ini, PSS Sleman menempati peringkat ke-14 dengan hanya mengoleksi 18 poin.

Catatan ini terdiri dari empat kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan. Dengan hanya selisih lima poin dari Arema FC yang berada tepat di zona degradasi di peringkat ke-16, situasi semakin tegang. Namun, mereka unggul tiga poin atas Persita Tangerang yang ada di peringkat 15.

Pelatih PSS Sleman, Bertrand Crasson, sadar akan kondisi sulit yang sedang dihadapi timnya. Oleh karena itu, arsitek asal Belgia ini berharap agar Tim Super Elang Jawa bisa bangkit ketika menjamu Persik Kediri di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (21/10/2023) sore waktu setempat.

Persiapan yang Matang

Juru taktik berlisensi UEFA Pro ini menjelaskan bahwa persiapan PSS Sleman untuk menghadapi Persik Kediri harus dilakukan secara matang.

Crasson berharap agar timnya dapat bekerja keras untuk mencapai target tiga poin di kandang.

"Pekan kedua Oktober ini memberikan kita waktu yang cukup panjang untuk fokus menghadapi Persik Kediri. Kami akan terus berproses setiap hari, sehingga para pemain berada dalam kondisi terbaik," ungkap Bertrand Crasson.

Jeda Kompetisi untuk Berbenah

Ketika kompetisi libur selama sekitar dua pekan akibat FIFA Matchday pada Oktober 2023, klub seperti PSS Sleman memanfaatkan waktu ini untuk berbenah.

Tim ini baru-baru ini melangsungkan uji tanding dengan tim Liga 3 DIY, Persiba Bantul.

Menurut Bertrand Crasson, pertandingan uji coba sangat penting untuk mengukur sejauh mana kemajuan dalam latihan tim.

Hal ini juga membantu untuk mengevaluasi dan membenahi kelemahan yang ada dalam tim, termasuk kinerja Kim Jeffey Kurniawan dan rekan-rekannya.

"Kami baru saja menjalani uji coba melawan Persiba Bantul kemarin. Alasan kami melakukannya adalah untuk melihat gambaran tim ke depan," jelasnya.

"Melihat situasi dan kondisi saat ini, kami merasa penting untuk melakukan uji coba. Pemain-pemain kami bermain dengan semangat, dan saya senang dengan penampilan mereka kemarin," tambah Crasson.

Kekhawatiran atas Performa

Kondisi PSS Sleman dalam musim Liga 1 saat ini memang menimbulkan kekhawatiran. Mereka belum mampu meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir.

Kemenangan terakhir mereka diraih saat menghadapi Persita Tangerang pada 18 Agustus 2023, artinya sudah dua bulan lamanya mereka tidak mendapatkan tiga poin.

Namun, secara produktivitas, tim Elang Jawa ini sebenarnya tidak buruk-buruk amat, dengan sudah mencetak 20 gol. Mereka hanya tertinggal dua gol dari pemuncak klasemen, Borneo FC.

Sayangnya, catatan positif tersebut tidak diimbangi dengan pertahanan yang kokoh, karena PSS Sleman telah kebobolan 23 kali.

Oleh karena itu, klub yang sangat dicintai oleh para suporter Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) ini masih harus mengatasi ketidakstabilan mereka pada musim ini.

Editor: Michael
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS