Puasa Arafah: Penjelasan, Niat, Tata Cara, Keutamaan Beserta Hukumnya (Dok: ipnu.or.id)

Puasa Arafah: Penjelasan, Niat, Tata Cara, Keutamaan Beserta Hukumnya

Rahma | Pendidikan | 18-04-2022

PARBOABOA - Secara hukum Islam, puasa dibedakan menjadi empat golongan yakni puasa wajib, puasa sunah, puasa makruh, dan puasa haram.

Jadi, tidak hanya puasa wajib yang dijalankan saat bulan Ramadan saja, tetapi ada juga puasa lain yang bisa dikerjakan untuk menambah pahala.

Puasa yang dimaksud untuk menambah pahala adalah puasa sunah, dimana bila dikerjakan mendapat pahala dan bila tidak dikerjakanpun tidak apa-apa atau tidak mendapat dosa.

Begitu banyak jenis-jenis puasa sunah, salah satunya adalah puasa arafah. Apakah kamu tahu apa itu puasa Arafah?

Jika belum, mari simak pembahasan berikut ini. Ilmu ini sangat penting bagi teman-teman yang beragama Islam,  karena banyak keutamaan yang akan didapat bila kalian mampu menjalankan puasa ini loh.

Penjelasan Puasa Arafah beserta Hukum Dalilnya

Puasa Arafah adalah puasa umat Islam pada Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Zulhijah.

Puasa Arafah hukumnya sunah, namun sangat dianjurkan untuk dilakukan bagi muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Maka, puasa ini masuk kedalam kategori hukum sunah muakkadah yakni sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

 Sebagaimana yang terdapat dalam riwayat  Nabi Muhammad yakni:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Imam Bukhari juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Dawud tentang puasa Dzulhijjah yakni puasa Arafah.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis."

Puasa Arafah ini dilaksanakan sesuai dengan waktu ibadah wukuf yang dilakukan oleh umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah.

Keutamaan Puasa Arafah

1. Setara seperti berpuasa selama 2 tahun

Puasa Arafah sangat dianjurkan, karena bila kita mampu mengerjakan puasa ini akan mendapatkan pahala yang begitu melimpah yakni setara dengan berpuasa selama 2 tahun.

Hal ini tercantum jelas didalam sebuah hadis yang berbunyi: "Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti sebulan. Dan untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun," (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

2. Menghapus dosa-dosa yang lalu

Selain mendapat banyak pahala, puasa arafah juga bisa menghapus dosa-dosa kita yang lalu loh.

Keutamaan ini juga tercantum jelas dalam Hadis Riwayat Muslim, yakni: "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya," (HR. Muslim)

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil.

3. Merupakan salah satu amalan yang di cintai Allah

Salah satu keutamaan puasa Arafah yang lainnya adalah amalan ini merupakan salah satu amalan yang dicintai Allah.

Disebutkan dalam salah satu hadits riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas, seperti dikutip dari Kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al Ghazali, Rasulullah SAW bersabda:

"Tiada hari di mana amal sholeh, lebih dicintai Allah selain hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).' Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi puasa satu tahun. Melakukan sholat malam di dalamnya membandingi sholat malam pada malam Lailatul Qadar. Salah seorang sahabat bertanya 'Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah?' Beliau (Rasulullah) bersabda, 'Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid).'" (HR. Bukhari)

4. Dapat membebaskan diri dari siksa api neraka

Setelah keutamaan penghapusan dosa dan menambah pahala, tentu puasa ini merupakan salah satu amalan yang mampu membebaskan diri dari siksa api neraka.

Pendapat ini bukan hanya opini semata, tetapi juga sesuai dengan hadis yang ada, yakni: "Tidak ada hari yang di dalamnya Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada di hari Arafah," (HR. Muslim).

Niat Puasa Arafah

Setelah mengetahui banyaknya keutamaan dan manfaat yang akan didapat bila mampu mengerjakan puasa sunah yang satu ini, apakah kamu tertarik untuk mengerjakannya?

Jika ya, maka mulailah dengan membaca lafal niat puasa Arafah berikut ini pada malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Jika kamu lupa membaca niat dimalam hari, maka kamu bisa membacanya di siang hari. Dengan syarat kamu belum makan, minum, atau melakukan hal yang dapat membatalkan puasa.

Adapun lafal niat puasa Arafah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”

Tata Cara Puasa Arafah

Selain niat, kamu harus tahu bagaimana tata cara berpuasa Arafah agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia. Berikut tata cara puasa arafah.

1.    Diawali dengan niat

2.    Makan sahur (tidak diwajibkan, namun sangat dianjurkan untuk dilakukan dan dapat menambah pahala)

3.    Menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan ataupun menghilangkan pahala puasa

4.    Berbuka ( pada saat matahari terbenam atau tiba waktu solat magrib)

 


 

Tag : #pendidikan islam    #puasa sunah    #pendidikan    #puasa    #puasa arafah    #niat puasa   

Baca Juga