Pemukiman Pemulung di Jl. M.Yamin Beksi Timur yang tingal hanya puing-puing sisa kebakaran.

Puluhan Rumah di Permukiman Pemulung Bekasi Timur Terbakar, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

maraden | | 03-08-2021

PARBOABOA, Bekasi Kebakaran hebat melanda komplek pemukiman pemulung pada Sabtu (31/7/2021) yang menghanguskan puluhan bangunan semi permanen, gudang barang rongsok serta beberapa kios pedagang kecil dekat lokasi yang berada di Jalan Prof. Mohammad Yamin, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Api merambat sangat cepat lantaran rata-rata bangunan disana adalah bangunan semi permanen yang materialnya mudah terbakar, ditambah lagi banyaknya barang-barang milik para pemulung itu yang mudah terbakar seperti kardus dan barang-barang bekas hasil memulung lainnya.

Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mendirikan dua tenda bear untuk menampung korban kebakaran.

"Ada dua tenda yang didirikan untuk menampung 77 keluarga atau 300 jiwa yang mengungsi," kata Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Toni Kurniadi saat dikonfirmasi, Minggu (1/8/2021).

Toni menjelaskan, tenda yang dibangun berukuran 612 meter, satu unit tenda dapat menampung sekitar 150 orang.

Pihaknya juga medirikan dapur umum untuk memasok kebutuhan pangan para pengungsi selama masa pengungsian.

Akibat kebakaran yang terjadi, ratusan bangunan permukiman pemulung itu rata dengan tanah. Sampai esok harinya bau gosong yang menyengat masih tercium.

Eko Heru (36) salah seorang korban kebakaran mengatakan dirinya sudah tinggal sekitar kurang lebih dua tahun bersama dengan warga lainnya yang rata-rata berprofesi sebagai pemulung barang bekas.

"Masing-masing yang punya lahan ngumpulin sisa-sisa aja, besi, asbes kan masih bisa dijual lagi," kata Heru.

Salah satu warga lainnya yakni Eko mengatakan dirinya sudah tidak memiliki apa-apa lagi selain pakaian yang melekat dibadannya.

"Baru pulangmulung, baru nurunin barang dari gerobak tahu-tahu udah ada api dari belakang," ucapnya.

"Enggak bisa nyelamatin barang-barang, mau enggak mau kita selamatin diri aja soalnya api cepat gedenya gitu," jelasnya lagi.

Eko dan para pemukim korban kebakaran lainnya kemudian tinggal di tenda pengungsian yang disediakan BPBD Kota Bekasi.

Rencananya, dia akan tetap berupaya membangun kembali rumah dan tempat pengepulan barang bekas secara perlahan.

"Rencana mau ngumpulin barang-barang yang masih bisa jual aja, paling bangun sementara di sini lagi sedikit-sedikit," terang dia. 

Tag : #kebakaran    #daerah    #metropolitan   

Baca Juga