Kecelakaan Selama Mudik Lebaran Sebabkan Ratusan Orang Meninggal

Ilustrasi mudik dan arus balik lebaran 2024. (Foto: Jasa Marga)

PARBOABOA, Jakarta - Lebaran tahun 2024 telah usai. Mudik dan arus balik sebagai salah satu kekhasan momen ini benar-benar dinikmati oleh masyarakat.

Namun begitu, di tengah euforia liburan, kecelakaan di jalanan menjadi cerita pahit yang sulit terhindarkan.

Data Korlantas Polri menunjukkan, selama mudik dan arus balik lebaran tahun ini, terjadi 2.985 kecelakaan dan mengakibatkan setidaknya 429 orang meninggal dunia.

Salah satu kecelakaan terbesar terjadi pada saat periodesasi mudik, tepatnya di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (8/4/2024) yang menewaskan 12 orang. 

Korban yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 5 orang perempuan dinyatakan meninggal saat mobil yang mereka tumpangi menerobos jalur contraflow dan menabrak sebuah bus PO Primajasa.

Insiden lain terjadi saat arus balik. Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di KM 79 Tol Cipali (Cirebon-Jakarta), Senin (15/4/2024) yang menewaskan 1 orang.   

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abas menerangkan, naas ini berawal ketika Toyota Avanza yang melaju dari Cirebon ke Jakarta menabrak Toyota Hiace.

Selain menyebabkan 1 orang meninggal dunia, kecelakaan ini juga menyebabkan 2 orang lainnya luka-luka. Sementara itu, 3 buah kendaraan dinyatakan rusak parah akibat benturan.

Dua kejadian diatas merupakan secuil dari begitu banyaknya kecelakaan selama mudik dan arus balik lebaran di sejumlah daerah di Indonesia.   

Kepala Korlantas Polri, Irjen Aan Suhanan mengkonfirmasi sejumlah kecelakaan tersebut.

Ia menjelaskan, kecelakaan paling banyak terjadi karena tabrakan depan-depan sebanyak 433 kejadian, tabrakan depan-belakang 379 kejadian dan kecelakaan tunggal 342 kejadian.

Kata dia, tabrakan depan-belakang terjadi karena pengendara tidak bisa menjaga jarak serta mengantuk. Sementara kecelakaan tunggal disebabkan karena kelelahan.

Adapun jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan didominasi oleh sepeda motor sebanyak 73 persen. 

Disusul oleh bus (12 persen), kendaraan angkutan barang (10 persen), mobil pribadi (2 persen), dan lainnya (3 persen).

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, terang Aan, kecelakaan terbanyak terjadi di 5 wilayah hukum, secara berurutan, tertinggi terjadi di Polda Jawa Timur (Jatim), Polda Jateng, Polda Metro, Polda Sulsel dan Polda Bali.

Walau demikian, khusus untuk mudik, data kecelakaan tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan mudik lebaran 2023.

Secara nasional, kecelakaan turun sebesar 15 persen, dari 2.159 kecelakaan pada tahun 2023 menjadi 1.835 pada tahun 2024.

Korban meninggal akibat kecelakaan saat mudik juga turun sebesar 3 persen, yakni dari 291 menjadi 281 orang.

Korban luka berat NAIK 13 persen, dari 281 menjadi 317 orang. Sementara korban luka ringan turun dari 3.036 menjadi 2.424 orang.     

Editor: Gregorius Agung
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS