Rencana PDIP Jawa Tengah Melepaskan Balon Berhadiah saat HUT RI Dibatalkan

Balon berhadiah PDIP resmi dibatalkan

PARBOABOA, Jawa Tengah - DPD PDIP Jawa Tengah sempat menyusun rencana untuk menerbangkan 1.748 balon, yang terbagi dalam 27 ikat, setiap ikan akan berisi 76 balon saat perayaan HUT RI ke-76.

Nantinya bagi siapa saja yang menemukan balon berisi hadiah dapat melakukan penukaran hadiah di kantor DPC PDIP.

Rencana ini sempat menjadi ide segar untuk memperingati hari kemerdekaan di tengah keterbatasan kegiatan akibat pandemi covid-19, seperti dilarangnya ada kegiatan lomba-lomba menyambut HUT kemerdekaan RI.

 

Karena itulah PDIP mengambil spirit dari lomba-lomba kampung tersebut yaitu kebersamaan, kegembiraan, dan hadiah, lalu disimbolkan dengan menerbangkan balon sebagai penanda ulang tahun.

Namun beberapa pihak seperti otoritas penerbangan, PLN, hingga DPC PDIP di daerah lain memberi masukan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan ganguan sehingga pelaksanaannya resmi dibatalkan.

"Untuk rencana acara pelepasan balon serentak di Jateng itu kami bersurat, membuat pemberitahuan, ke sejumlah pihak terkait. Surat kami dibalas. Intinya memang harus ada yang dibahas terkait rencana tersebut. Setidaknya ada tiga instansi yang merespons cepat yakni otoritas Bandara Wilayah Timur yang meliputi wilayah Jatim, Jateng, DIY; PLN; BMKG," kata Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, Sabtu (14/8/2021).

Bambang Pacul menjelaskan, dalam suratnya, BMKG menyampaikan prakiraan cuaca pada 17 Agustus sekitar pukul 11.00 WIB atau di waktu rencana pelepasan balon serentak, memiliki kecepatan angin mencapai 25 knot atau sekitar 46-50 km/jam.

Maka dalam satu jam setelah dilepas, balon itu akan menyebar hingga 50 km dari lokasi pelepasan dan bisa mencapai ketinggian 30 ribu feet. Ketinggian itu, sudah mencapai jalur penerbangan pesawat.

"Pihak otoritas bandara juga menyebut jika ada objek terbang sebanyak itu di jalur penerbangan, maka itu sudah sangat mengganggu penerbangan. Jangan sampai ada para pilot mengeluarkan catatan protes.”

Jika banyak pilot mengeluarkan protes penerbangan di jalur tertentu maka wilayah udara atau jalur tersebut bisa di-blacklist. Bisa menjadi catatan internasional karena dianggap wilayah terbang yang berbahaya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS