Dipermalukan Tottenham Hotspur, Roy Keane Kritik Performa Bruno Fernandes dan Mason Mount!

Performa Mason Mount dan Bruno Fernandes dalam laga melawan Tottenham Hotspur mendapat kritikan tajam dari Legenda Manchester United, Roy Keane. (Foto: Instagram/@manchesterunited)

PARBOABOA – Legenda Manchester United (MU), Roy Keane, memberikan komentar tajam terkait performa dua gelandang The Red Devils, Bruno Fernandes dan Mason Mount, dalam pertandingan menghadapi Tottenham Hotspur pada pekan kedua Liga Inggris 2023/2024.

Dalam laga yang berlangsung di London, MU harus mengakui keunggulan Tottenham Hotspur dengan skor 0-2. Pape Sarr menjadi pencetak gol pertama untuk tim tuan rumah, sementara gol kedua bagi Spurs tercipta melalui gol bunuh diri oleh bek MU, Lisandro Martinez.

Meskipun Marcus Rashford menjadi ujung tombak dalam serangan MU, dan Alejandro Garnacho serta Antony turut mengisi sisi sayap penyerangan, namun tim yang ditangani oleh Erik ten Hag itu kesulitan menciptakan ancaman yang konsisten di lini serang.

Di lini tengah, performa Bruno Fernandes dan Mason Mount terlihat kurang mencolok. Keane melihat bahwa situasi ini mengakibatkan Casemiro, lawan dari tim Wolves pada pertandingan pekan pertama Liga Inggris, juga menjadi terekspos dalam pertandingan tersebut.

Analisis Terhadap Performa Pemain

Dominasi yang ditunjukkan oleh Tottenham pada paruh kedua pertandingan, yang ditandai oleh kontribusi dari Yves Bissouma dan James Maddison, membuat Roy Keane percaya bahwa ketidakmampuan MU dalam menguasai lini tengah adalah faktor krusial dalam hasil tersebut.

Kurangnya kebugaran para pemain MU pada akhir pertandingan, menurut Roy Keane, mengindikasikan adanya potensi masalah dalam sesi latihan.

"Mereka terlihat seakan-akan tidak serius. Anda bisa melihat enam pemain di atas lapangan, ketika kehilangan kendali atas bola, mereka tidak terlihat berusaha melakukan sesuatu," ujar Roy Keane dalam wawancara dengan Sky Sports.

"Idealnya, Anda bisa memiliki satu atau dua pemain yang mungkin tidak memiliki kontribusi besar, tetapi mereka tetap bisa menjadi peraih kemenangan. MU membawa terlalu banyak pemain yang tidak memberikan dampak positif," tambah mantan kapten MU tersebut.

Roy Keane menegaskan, "Ketika pemain berpikir, 'Baiklah, mungkin saya bisa memaafkan mereka karena mereka tidak banyak membantu pertahanan', mereka seharusnya mampu tampil lebih baik saat menyerang. Namun, sayangnya, mereka gagal melakukannya."

Menyoroti Performa Bruno Fernandes dan Mason Mount

Mengenai kritik terhadap performa Mason Mount dan Bruno Fernandes, Roy Keane mengibaratkan mereka seperti anak sekolah.

Ia merasa bahwa keduanya belum mencapai level yang seharusnya dan mengamati bahwa mereka terlihat kurang dalam hal fisik untuk merebut bola kembali.

Keane juga mengevaluasi metode pelatihan yang diterapkan oleh Erik ten Hag terhadap keduanya.

"Ketika saya melihat Mason Mount dan Bruno Fernandes kehilangan kendali atas bola, mereka terlihat seperti anak sekolah! Mereka tidak memiliki kekuatan untuk merebut bola kembali. Kami selalu memiliki alasan untuk mereka, dengan argumen bahwa Erik ten Hag adalah pelatih brilian. Tetapi kami perlu melihat bukti nyata."

"Di lapangan, mereka terlihat datar. Saya ingin tahu apa yang mereka lakukan dalam latihan. Mungkin mereka berlatih terlalu keras? Mereka terlihat kehilangan energi."

"Setiap kali saya menonton MU, saya selalu merasa mereka masih punya peluang mencetak gol menjelang akhir pertandingan. Namun, saya tidak merasakannya hari ini. Ketika skor 1-0 atau 2-0, saya merasa bahwa pertandingan sudah selesai, dan saya belum pernah merasakan hal semacam ini sebelumnya bersama tim MU," demikian kata Keane menutup analisanya.

Editor: Michael
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS