Sejarah Awal Permainan Bola Basket Diciptakan

edukasi.kompas.com

PARBOABOA - Permainan bola basket pertama kali diciptakan oleh James Naismith, saat ia bekerja sebagai guru pendidikan jasmani di perguruan tinggi Young Men's Christian Association (YCMA), di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat.

Ia menemukan permainan ini untuk mengatasi kebosanan yang melanda murid-muridnya semasa musim dingin. Permainan bola basket diciptakan oleh profesor asal Kanada ini, awalnya terinspirasi dari sebuah permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario.

Permainan bola basket berhasil diciptakan oleh Naismith tersebut, memiliki beberapa peraturan dasar dan menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

Permainan bola basket berhasil diciptakan oleh James Naismith tersebut, pertama kali diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892, dengan jumlah sembilan pemain.

Pada saat itu keranjang yang digunakan dalam permainan bola basket tersebut, menggunakan keranjang buah persik. Sehingga apabila suatu tim memasukkan bola kedalam keranjang, harus menggunakan tangga untuk mengambilnya.

Namun seiring perkembangan jaman, keranjang persik itu diganti dengan lingkaran logam (ring) pada 1906.

Awalnya nama permainan yang ditemukannya ini diberi nama Naismith Ball, akan tetapi setelah diberikan saran oleh Mahan, yang juga merupakan salah satu pemain pertama bola basket ini membuat namanya menjadi basketball (bola basket).

Kemudian pada 18 Juni 1932 induk olahraga bola basket dunia, Federation Internationale de Basketball (FIBA) dibentuk. Pada tahun 1936 olahraga yang ditemukan Naismith menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di ajang Olimpiade.

Dari sinilah cabang olahraga ini berkembang pesat. Pada 6 Juni 1946, National Basketball Association atau dikenal dengan NBA dibentuk. Permainan bola basket berhasil diciptakan oleh profesor Kanada kini semakin dikenal di berbagai wilayah dunia.

Perkembangan cabang olahraga basket ternyata sampai juga ke negara Indonesia. Penyebaran permainan ini sampai ke Indonesia karena pada tahun 1920-an, gelombang perantau dari Tiongkok masuk ke Indonesia.

Pada saat itu mereka membawa permainan basket yang sudah dua dasawarsa dikembangkan di negara asalnya Tiongkok. Para perantau itu membentuk komunitas sendiri termasuk mendirikan sekolah Tionghoa. Akibatnya, basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa.

Pada saat itu, permainan bola basket pertama kali diperkenalkan atau diciptakan oleh Naismith tersebut menjadi salah satu olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran jika di setiap sekolah selalu memiliki lapangan basket.

Usai Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga Nasional I pada tahun 1948) di Solo, permainan bola basket pertama kali diperkenalkan atau diciptakan oleh Naismith tersebut, dimainkan untuk pertama kali di level nasional.

23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi dengan nama “Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia”. Pada tahun 1955, di adakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia.

Nama itu adalah “Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia” disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi yang pertama kali adalah Tony Wen sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris.

Pada tahun 1955 Perbasi menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung. Konferensi ini dihadiri utusan-utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Bandung.

Tujuan keputusan Konferensi ini adalah Perbasi merupakan satu-satunya organisasi induk olahraga basket di Indonesia. Istilah-istilah untuk perkumpulan-perkumpulan basket Tionghoa tidak diakui lagi. Konferensi ini juga mempersiapkan penyelenggaraan Kongres I Perbasi.

Perbasi diterima menjadi anggota FIBA pada tahun 1953. Setahun kemudian, pada tahun 1954 Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan regu basket di Asian Games Manila.

Permainan bola basket diciptakan oleh James Naismith kini berkembang di Indonesia bahkan hampir diseluruh penjuru dunia.

Permainan bola basket pertama kali diciptakan oleh James Naismith saat ia bekerja sebagai guru pendidikan jasmani di perguruan tinggi Young Men's Christian Association (YCMA), di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat.

Ia menemukan permainan ini untuk mengatasi kebosanan yang melanda murid-muridnya semasa musim dingin. Permainan bola basket diciptakan oleh profesor asal Kanada ini, awalnya terinspirasi dari sebuah permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario.

Permainan bola basket berhasil diciptakan oleh Naismith tersebut, memiliki beberapa peraturan dasar dan menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

Permainan bola basket berhasil diciptakan oleh James Naismith tersebut, pertama kali diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892, dengan jumlah sembilan pemain.

Pada saat itu keranjang yang digunakan dalam permainan bola basket tersebut, menggunakan keranjang buah persik. Sehingga apabila suatu tim memasukkan bola kedalam keranjang, harus menggunakan tangga untuk mengambilnya.

Namun seiring perkembangan jaman, keranjang persik itu diganti dengan lingkaran logam (ring) pada 1906.

Awalnya nama permainan yang ditemukannya ini diberi nama Naismith Ball, akan tetapi setelah diberikan saran oleh Mahan, yang juga merupakan salah satu pemain pertama bola basket ini membuat namanya menjadi basketball (bola basket).

Kemudian pada 18 Juni 1932 induk olahraga bola basket dunia, Federation Internationale de Basketball (FIBA) dibentuk. Pada tahun 1936 olahraga yang ditemukan Naismith menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di ajang Olimpiade.

Dari sinilah cabang olahraga ini berkembang pesat. Pada 6 Juni 1946, National Basketball Association atau dikenal dengan NBA dibentuk. Permainan bola basket berhasil diciptakan oleh profesor Kanada kini semakin dikenal di berbagai wilayah dunia.

Perkembangan cabang olahraga basket ternyata sampai juga ke negara Indonesia. Penyebaran permainan ini sampai ke Indonesia karena pada tahun 1920-an, gelombang perantau dari Tiongkok masuk ke Indonesia.

Pada saat itu mereka membawa permainan basket yang sudah dua dasawarsa dikembangkan di negara asalnya Tiongkok. Para perantau itu membentuk komunitas sendiri termasuk mendirikan sekolah Tionghoa. Akibatnya, basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa.

Pada saat itu, permainan bola basket pertama kali diperkenalkan atau diciptakan oleh Naismith tersebut menjadi salah satu olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran jika di setiap sekolah selalu memiliki lapangan basket.

Usai Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga Nasional I pada tahun 1948) di Solo, permainan bola basket pertama kali diperkenalkan atau diciptakan oleh Naismith tersebut, dimainkan untuk pertama kali di level nasional.

23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi dengan nama “Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia”. Pada tahun 1955, di adakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia.

Nama itu adalah “Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia” disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi yang pertama kali adalah Tony Wen sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris.

Pada tahun 1955 Perbasi menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung. Konferensi ini dihadiri utusan-utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Bandung.

Tujuan keputusan Konferensi ini adalah Perbasi merupakan satu-satunya organisasi induk olahraga basket di Indonesia. Istilah-istilah untuk perkumpulan-perkumpulan basket Tionghoa tidak diakui lagi. Konferensi ini juga mempersiapkan penyelenggaraan Kongres I Perbasi.

Perbasi diterima menjadi anggota FIBA pada tahun 1953. Setahun kemudian, pada tahun 1954 Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan regu basket di Asian Games Manila.

Permainan bola basket diciptakan oleh James Naismith kini berkembang di Indonesia bahkan hampir diseluruh penjuru dunia.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS