Ilustrasi sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka.

Sekolah Buka PTM, 54 Siswa di Padang Positif Covid-19 Berawal Satu Murid yang Demam

Maraden | Pendidikan | 14-09-2021

PARBAOBOA, Padang – Puluhan siswa SMA 1 Padang Panjang, Sumatera Barat dilaporkan positif Covid-19.

Para siswa tersebut terpapar setelah mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah dimulai sejak Kamis (12/8/2021) lalu.

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Padang Panjang, Nuryanuar, mengatakan, terpaparnya puluhan siswa berawal dari satu orang siswa yang mengalami demam dan kemudian dilakukan tes swab. Dan ternyata hasil tes swab siswa tersebut positif.

Selanjutnya, setelah dilakukan tracing dan didapati sebanyak 369 orang siswa yang melakukan kontak erat dengan siswa yang terpapar. Ratusan siswa tersebut pun menjalani tes swab.

Test swab dilakukan kepada Sebanyak 362 orang siswa yang terdiri dari 131 orang siswa putra dan 231 siswa, kemudian ditambah 7 orang petugas asrama dan petugas kantin.

Dan dari hasil tes yang dikeluarkan, ternyata ada 54 siswa yang positif.

Mereka yang terpapar saat ini menjalani isolasi mandiri di asrama sekolah. Siswa-siswa tersbut adalah orang dengan gejala ringan dan juga Orang Tanpa Gejala (OTG).

Merekapun diharuskan menjalani isolasi mandiri di asrama sekolah di bawah pengawasan Dinkes Padang Panjang.

Nuryanuar melanjutkan, sebagai langkah antisipasi, PTM di sekolah itu dikembalikan ke model daring.

Sebelumnya, PTM di SMA 1 Padang Panjang dan sekolah lainnya sudah dimulai sejak 12 Agustus 2021 lalu setelah sebelumnya dilaksanakan secara daring.

"Mulai Senin besok, PTM di SMA 1 Padang Panjang diganti dengan daring sampai tidak ada kasus lagi di sana," jelas Nuryanuar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang itu.

Pemberlakuan pembelajaran daring hanya di SMA 1 Padang Panjang, sedangkan untuk sekolah lain masih tetap dengan PTM.

Nuryanuar sangat berharap penyebaran Covid-19 bisa ditekan dengan mengimbau masyarakat untuk tetap menjalani protokol kesehatan yang ketat.

"Kita tidak tahu siapa yang awalnya menyebarkan, karena virusnya kan tidak kelihatan. Makanya, perlu penerapan prokes yang ketat agar bisa terhindar," kata Nuryanuar.

Tag : pendidikan, covid-19, padang, sumatera barat

Berita Terkait