Ilustrasi

Kalahkan Batu Bara, Aset Ini Melonjak Hingga 220%

Wanovy | Teknologi | 09-10-2021

Harga batu bara melonjak luar biasa sepanjang tahun ini. Kenaikannya sempat memecahkan rekor tertinggi sejak 2008 di posisi US$ 280/ton pada Selasa (5/10/2021). Rasanya, tidak ada komoditas lain yang mengalami kenaikan harga setajam si batu hitam.

Setelah menyentuh US$ 280/ton, harga batu bara 'terjun bebas' seiring adanya aksi ambil untung (profit taking) para investor.

Pada Rabu (6/10), harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) anjlok 15,71% ke US$ 236/ton dibandingkan hari sebelumnya. Sementara, pada Kamis kemarin (7/10), harga batu bara ambles 4,70% ke US$ 224,90/ton.

Meskipun ambles dalam 2 hari terakhir, dalam sepekan harga batu bara masih naik 3,64%, sebulan melesat 26,10%. Kemudian, sejak akhir 2020 (year-to-date/ytd) harga batu bara 'meroket' 175,11%.

Namun, ternyata, ada aset lain yang berhasil 'meroket' melebihi batu bara hanya dalam kurun waktu sepekan.

Aset tersebut adalah koin kripto (cryptocurrency) Shiba Inu (SHIB), sebuah koin berlogo anjing Shiba Inu asal Jepang.

Apabila batu bara membutuhkan waktu sepanjang 2021 untuk melonjak hingga 230% (ketika di level US 280/ton), token kripto Shiba Inu hanya membutuhkan waktu sepekan untuk melonjak hingga 319% (per Kamis kemarin, pukul 16.04 WIB).

Tak pelak lagi, koin SHIB menjadi top gainers selama sepekan, mengacu pada data Coinmarketcap. Dengan lonjakan hingga lebih 300% tersebut, SHIB merangsek hingga ke daftar 17 koin kripto dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar.

Bukan hanya Shiba Inu, token meme lain juga saat itu mengalami lonjakan. Misalnya Husky sebanyak 140% dan Shiba Cash 75%, token 'anjing' lainnya Akita Inu, Baby Doug, Doggy, Kishu Inu dan Pitbull juga reli antara 15-35%.

Sebelumnya, koin yang dijuluki "pembunuh Dogecoin" ini tiba-tiba melesat kencang pada perdagangan Rabu lalu. Hal ini terjadi setelah bos mobil listrik Tesla Elon Musk mengunggah foto anjing Shinu Iba sebagai anggota baru keluarganya di Twitter.

Tak lama setelah unggahan tersebut, nilainya meningkat 55% menjadi US$0,00001312. Volume melonjak tajam hingga 770% hanya dalam waktu satu hari saja, dikutip Economic Times, Rabu (6/10).

Namun lonjakan harga ini terjadi bukan hanya karena sang miliarder nyentrik Elon Musk. Saat ini, tim Shiba Inu juga tampaknya sedang membangun sebuah proyek, ungkap Ishan Arora, Partner Tykhe Block Ventures.

Menurut Coindesk, Jumat (8/10), terlepas dari narasi populer bahwa Elon Musk yang mungkin secara tidak sengaja menaikkan harga, data blockchain menunjukkan bahwa reli yang tampaknya tidak rasional tersebut mungkin juga didorong oleh pergerakan whales alias "paus" SHIB, yang memegang token SHIB dalam jumlah besar.

Tag : #teknologi    #shibainu    #kripto    #dogecoin   

Baca Juga