Tiga Orang Pendaki Meninggal di Gunung Bawakaraeng Gowa Akibat Hipotermia

Proses evakuasi jenazah pendaki di Gunnung Bawakaraeng, Gowa

PARBOABOA, Makassar - Tiga orang pendaki Gunung Bawakaraeng meninggal karena hipotermia. Cuaca ekstrim yang sedang melanda area membuat jalur pendakian ditutup, namun sejumlah pendaki nekat menerobos jalur untuk merayakan HUT RI ke-76 di puncak gunung.

Rombongan terdiri dari delapan orang, namun karena cuaca ekstrim mereka kemudian terpisah-pisah dalam perjalanan turun pada Selasa (17/8).

"Setelah kami terima laporan adanya pendaki gunung yang meninggal dunia, rescuer (penyelamat) yang bertugas stand by pengamanan Siaga Merah Putih sudah bergerak menuju ke lokasi kejadian," ujar Kepala Basarnas Makassar, Djunaidi, Rabu (18/8).

Salah satu korban ditemukan tim SAR  di pos 7 dan teridentifikasi bernama Stiven (21). Korban diketahui merupakan seorang mahasiswa di salah satu kampus di Makassar.

Selanjutnya, di pos antara 5 dan 6, korban lain atas nama Rian diperkirakan meninggal pukul 6.00 WITA. Awalnya, rekan Rian, bernama Wahyudi dan Suardi, mereka bertiga sempat bertahan di lokasi itu saat subuh hari.

Namun saat pagi, Rian diperkirakan sudah meninggal, sehingga rekannya memutuskan meninggalkan korban untuk mencari bantuan dan meletakkannya di bebatuan dan pohon sambil ditutup jaket warna hitam agar mudah ditandai.

Setelah melaporkan kejadian itu, tim SAR kemudian menyisir lokasi kejadian, tujuannya mengambil jenazah Rian. Namun bukan Rian yang ditemukan, melainkan korban lain bernama Zainal Abidin tergeletak di pinggir jalan sekitar Pos 6 mendekati Pos 5.

Guna memastikan itu bukan jasad Rian, saat tiba di Puskesmas Tinggimoncong kantong jenazah pun dibuka untuk melihat langsung, ternyata benar itu bukan sosok Rian melainkan Zainal.

Tim SAR kembali naik ke gunung untuk melakukan penyisiran ulang di antara pos 5 dan 6, penyisiran kali diarahkan oleh temannya bernama Suardi.

"Korban ditemukan pukul 20.40 Wita sekitar 500 meter dari Pos 5 dalam keadaan meninggal dunia," ucap Kepala Basarnas Makassar Djunaidi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (18/8/2021) malam.

Cuaca ekstrem dan ketidaksiapan para pendaki baik mental maupun perbekalan menjadi faktor utama penyebab banyak korban meninggal dunia di atas gunung.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS