Kampus Tokyo International University (TIU) di Jepang.

TIU Bersinergi dengan Atdikbud KBRI Tokyo Tingkatkan Prestasi Mahasiswa Indonesia

Maraden | Pendidikan | 29-10-2021

PARBOABOA, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyoroti percepatan tren digitalisasi yang kian hari kian dirasakan. Saat ini, semua generasi mau tidak mau harus hidup berdampingan dengan dunia digital. Bahkan walaupun di tengah pandemi, semakin banyak teknologi dan inovasi baru yang hadir.

Kemendikbudristek melalui Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo (KBRI) di Tokyo, Jepang turut mencermati kondisi tren digitalisasi ini.

Sebagai perwakilan Kemendikbudristek di Jepang, Kantor Atdikbud KBRI Tokyo berupaya merangkul berbagai pihak untuk bangkit bersama dan bertahan hidup di tengah pandemi. Kantor Atdikbud Tokyo pada Senin (25/10) menerima kunjungan resmi dari delegasi Tokyo International University (TIU).

Kunjungan resmi delegasi TIU  yang terdiri dari Takeo Kobayashi (Deputy Chief Administrative Officer) dan Takao Kuroda (General Manager of English Track Admission Center) diterima langsung oleh Atdikbud KBRI Tokyo Yusli Wardiatno.

Pada kesempatan itu, Takeo menyampaikan apresiasi atas upaya dan dukungan KBRI Tokyo mengawal peningkatan prestasi mahasiswa asal Indonesia yang menempuh studi di Jepang dan di TIU.

 “Sejak dibukanya kantor cabang TIU di Jakarta jumlah mahasiswa Indonesia terus meningkat. Saat ini tercatat ada 212 orang jumlah mahasiswa TIU program sarjana asal Indonesia. Jumlah tersebut menduduki urutan kedua setelah Vietnam. Kami mohon KBRI Tokyo terus memberi dukungan agar jumlah mahasiswa Indonesia terus bertambah,” ujar Takeo Kobayashi dalam sambutannya seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud, Jumat (29/10/2021).

Takeo mengaku jika prestasi mahasiswa Indonesia cenderung lebih baik daripada mahasiswa beberapa negara Asia lainnya seperti Thailand, Sri Lanka, India, Nepal, Bangladesh, dan Uzbekistan yang dilihat dari sisi IPK rata-rata.

Dalam diskusi, Atdikbud Yusli gembira menerima informasi yang diberikan oleh TIU terkait prestasi akademik mahasiswa Indonesia. Dia turut menyampaikan program Merdeka Belajar Kemendikbudristek yaitu Program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) 2022 serta mendorong TIU untuk ikut mendaftar sebagai mitra Kemedikbudristek.

 “Kami menyambut baik serta mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh mitra kami dari TIU.  Sejumlah program dalam bahasa Inggris yang ditawarkan TIU dan didukung dengan infrastruktur asrama mahasiswa yang baik sehingga memenuhi persyaratan sebagai mitra potensial Kemendikbudristek dalam Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2021,” ujar Atdikbud Yusli.

Di akhir pertemuan, Atdikbud Yusli berharap dukungan pendidikan yang berkualitas dan sinergi berkesinambungan yang telah terjalin dari TIU akan melahirkan sumber daya manusia unggul asal Indonesia yang akan menjadi pemimpin Indonesia pada era emas 2045.    

Tag : pendidikan, dikti, kemendikbudristek, kbri tokyo, atdikbud, beasiswa ke jepang

Berita Terkait