Gak Cuma Bikin HP, Xiaomi Bocorkan Mobil Listrik Pertamanya

Xiaomi dikabarkan akan membuat mobil listrik, foto: Liputan6.com

PARBOABOA - Xiaomi dikabarkan siap mengungkap prototipe mobil listrik pertamanya pada Agustus 2022 di China.

CEO Xiaomi, Lei Jun, diperkirakan akan mengungkap prototipe EV pertama yang sedang dikerjakan Xiaomi, sekitar Agustus.

"Mobil itu telah dirancang oleh HVST Automobile Design yang bertanggung jawab atas mobil konsep Maven dari WM Motor," ungkap seorang sumber, dikutip dari Firstpost.

Setelah diperkenalkan secara langsung, nantinya prototipe mobil listrik dari perusahaan teknologi tersebut dijadwalkan untuk melakukan tahap uji jalan.

Hingga saat ini, perusahaan dikatakan sedang dalam pertimbangan harga untuk kedua model tersebut.

Model pertama dikabarkan akan dibanderol dengan harga mulai dari 38 ribu dolar AS hingga 43 ribu dolar AS dan model kedua mulai dari 51.600 dolar AS.

Model yang lebih terjangkau diperkirakan akan ditenagai oleh paket baterai lithium besi fosfat 400V milik BYD dan akan dijual ke masyarakat umum.

Mobil ini juga akan menampilkan banyak sensor yang dikembangkan dalam kemitraan perusahaan dengan mitra perusahaan mereka di Jerman Continental, seperti kamera dan radar yang serupa dengan yang digunakan oleh Li Auto Li ONE 2021.

Varian dengan harga lebih tinggi akan dibangun pada arsitektur 800V tegangan tinggi dan akan menggunakan Baterai Qilin CATL, yang dapat diisi dari 0 hingga 80 persen hanya dalam 15 menit.

Mobil ini juga akan dilengkapi dengan prosesor Orin X dari Nvidia, serta LiDAR dan algoritma yang dikembangkan oleh Xiaomi sendiri.

Kedua versi juga akan memiliki kokpit pintar yang ditenagai oleh prosesor Qualcomm 8295, yang akan digunakan untuk pertama kalinya pada Jidu ROBO-01 akhir tahun ini.

Sebagai informasi, Xiaomi sejak Maret 2021 memang telah mengumumkan inisiatif bisnis kendaraan listrik.

Ketika itu, CEO dan pendiri Xiaomi Lei Jun mengungkapkan komitmen perusahaan dengan investasi sekitar Rp 216 triliun untuk mendukung inisiatif ini dalam 10 tahun mendatang.

Lei Jun sendiri saat ini telah resmi menjadi kuasa hukum Xiaomi EV dan secara langsung memimpin tim produksi.

Tidak hanya itu, tim Xiaomi EV telah melakukan lebih dari 2.000 survei dan mengunjungi 10 pelaku industri untuk memahami rantai industri secara menyeluruh untuk merumuskan pengembangan produk.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk kesiapan Xiaomi membangun teknologi otomotif, sejak Agustus 2021 perusahaan telah mengumumkan akusisi terhadap Deepmotion Tech, perusahaan teknologi kendaraan otonom.

Lei Jun selaku CEO Xiaomi juga sempat menyampaikan bahwa bisnis mobil listrik ini akan menjadi proyek besar terakhir Xiaomi yang ia pimpin.

“Saya bersedia mempertaruhkan semua reputasi pribadi saya dan berjuang untuk masa depan kendaraan listrik pintar kamu (Xiaomi EV),” pungkas Lei Jun.

Perusahaan juga melibatkan sekitar 300 karyawan dan berencana untuk membangun fasilitas agar dapat memproduksi 300.000 unit mobil per tahunnya.

Untuk merealisasikan rencananya, Xiaomi menandatangani kontrak perjajnjian dengan Beijing Economic and Technological Development Area Management Comitee pada November 2021 lalu.

Proses produksi bakal terbagi menjadi dua fase, yang mana di setiap fase, perusahaan bakal menargetkan jumlah produksi mobil sebanyak 150.000 unit. Mobil listrik tersebut diyakini kuat bakal memulai proses produksi pada 2024 mendatang.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS