7 Tahun Dipimpin Jokowi, Peningkatan Pendidikan Indonesia Tidak Signifikan

Ilustrasi Kemampuan menulis dan membaca anak Indonesia yang menurun.

PARBOABOA, Jakarta – Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah berjalan selama 7 tahun, pendidikan di Indonesia disebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Padahal sejak awal pemerintahannya, Jokowi selalu mendengung-dengungkan reformasi pendidikan merupakan sebagai salah satu misi yang tertuang dalam peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Nisaaul Muthiah, menilai misi tersebut belum dijalankan dengan maksimal.

Nisaaul melihat sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih membutuhkan banyak perbaikan, mulai dari aspek sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam sistem pendidikan, maupun infrastruktur penunjang proses belajar mengajar.

Nisaaul memaparkan hasil studi terbaru yang dilakukan Programme for International Student Assesment (PISA) yang menunjukkan beberapa indikator pendidikan di Indonesia juga mengalami trend penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Disebutkannya, kalau rata-rata kemampuan membaca anak usia 15 tahun di Indonesia berada di peringkat 77 dari 77 negara. Sedangkan rata-rata kemampuan matematika berada di peringkat 72 dan ilmu pengetahuan diperingkat 70 dari 78 negara.

Nisaaul mengungkapkan kemampuan membaca anakIndonesia mengalami  penurunan daalam beberapa tahun pemerintahan Jokowi. Kalau rata kemampuan membaca anak Indonesia pada 2018 sebesar 371 poin yang menurun dari sebelumnya yakni mencapai 397 poin pada 2015.

"Ada trend penurunan skor PISA yang diperoleh Indonesia pada tahun 2018 dibanding tahun 2015," kata Nisaaul dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

Sedangkan untuk rata-rata kemampuan matematika, disebutkan Nisaaul, pada 2018 sebesar 379 poin yang pada 2015 justru lebih besar yakni 386 poin.

Nisaaul membeberkan nilai dari indikator-indikator tersebut masih berada di bawah rata-rata negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Jumlah murid di Indonesia pada level pendidikan menengah yang meningkat tidak disertai dengan perbaikan kualitas pendidikan yang diberikan. Dalah hal ini, menurutnya Kemendikbud Ristek perlu melakukan perbaikan kualitas pendidikan secara menyeluruh baik perbaikan kualitas guru, kurikulum, strategi pedagogi, dan infrastruktur penunjang pendidikan.

Langkah tersebut juga dapat dimulai dengan memperbaiki kualitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS