Anak-anak Mulai Terserang Penyakit, Warga Tuntut Penyerahan Kunci Kampung Susun Bayam Segera

Warga kampung susun bayam melakukan aksi di balai kota pada Senin (05/12/2022). (Foto: Parboaboa/Rini)

PARBOABOA, Jakarta -  Warga gusuran kampung bayam kembali berkumpul di Balai Kota menuntut kepastian penyerahan kunci bangunan Kampung Susun Bayam, Senin (5/12/2022) pagi. Dua minggu sudah warga tidur di tenda-tenda darurat, anak-anak mulai terserang penyakit dan orang tua kesulitan untuk bekerja.

“Kampung Susun Bayam hak kami, biarkan kami masuk dan menghuni,” bunyi poster yang dibawa warga.

Amatan PARBOABOA, warga melakukan aksi damai di depan Balai Kota. Mereka memasang poster tuntutan di batang pohon dan duduk beramai-ramai di bawah tenda biru, sambil memasak sejumlah makanan karena berencana bertahan di Balai Kota hingga sore hari.

Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda mengatakan, aksi ini sebenarnya membuat warga lelah dan tentunya mempengaruhi pendapatan mereka, karena waktu yang harusnya digunakan untuk bekerja justru dipakai berdemo di Balai Kota.

Dia berharap pemerintah segera memberikan kunci Kampung Susun Bayam agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan normal.

“Sudah pasti (berpengaruh). Yang tadinya bisa mulung atau ngojek, sekarang terkonsentrasinya di sini,” kata Asep yang mengaku jika warga harus mengumpulkan dana iuran untuk membiayai aksi yang dilakukan sejak pekan lalu ini.

Asep menambahkan, sejumlah anak-anak yang tinggal di tenda darurat yang didirikan di pintu masuk Kampung Susun Bayam mulai terserang penyakit, seperti demam dan diare.

Untuk penanganan medis terhadap anak-anak tersebut pun dilakukan seadanya, tanpa ada bantuan dari pemerintah.

“Kita beli obat-obatan yang dibutuhkan dan popok balita secara mandiri,” tambahnya.

Saat ini para warga bertahan di tenda darurat karena harga sewa, namun Asep mengatakan jika hal tersebut dapat dibicarakan setelah warga menempati bangunan.

“Kalau untuk harga sewa sebenarnya bukan prioritas kami. Tapi untuk gambarannya kami minta disamakan dengan Kampung Akuarium,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pos Polisi Monas Timur Sucipto mengatakan pihaknya menerjunkan 15 personel kepolisian untuk mengawal aksi warga.

“Kita kerahkan sebanyak 15 personil untuk mengamankan demo ini,” ujar Kapospol Monas Timur, Sucipto.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS