Anak jadi Korban Rudapaksa dan Keluarga Diancam, Ibu di Madina: Bantu Kami Pak Presiden

Seorang Ibu di Mandailing Natal (Madina), meminta pertolongan Presiden Joko Widodo dan jajaran kepolisian atas dugaan rudapaksa yang dialami putrinya. (Foto: PARBOABOA/Felix)

PARBOABOA, Pematang Siantar – Seorang Ibu, Yarni, di Desa Singkuang l, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), meminta pertolongan Presiden Joko Widodo dan jajaran kepolisian atas peristiwa tragis yang menimpa keluarganya.

Melansir dari video yang diunggah akun Instagram @majeliskopi08 pada Rabu (07/06/2023), Yarni menyebutkan bahwa putrinya menjadi korban rudapaksa dan keluarganya ikut mendapat ancaman dari pelaku.

Lewat video yang sama, Yarni juga mengaku bahwa pelaku melakukan pemukulan hingga mengancam akan membunuh seluruh anggota keluarganya jika bertemu di luar rumah.

“Pelaku datang ke rumah memukul anak-anak saya, saya, suami saya. Kalau bertemu di luar, kami akan dibunuh,” ucap Yarni dalam unggahan video.

Pasca intimidasi yang diterima, Yarni beserta keluarganya memilih berdiam diri di rumah karena takut dibunuh. Sang anak juga berhenti bersekolah sejak Maret 2023.

“Kami susah makan, karena tidak bekerja dan tidak berani keluar. Anak saya sudah tidak sekolah dari bulan Maret lalu. Takut anak-anakku, trauma anak-anakku,” rintih Yarni.

Yarni kemudian membuat video yang isinya meminta bantuan ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan jajaran kepolisian.

“Selamat sore Pak Presiden, Pak Kapolri, Pak Kapolda Sumatra Utara, Pak Kapolres Madina, kami memohon minta bantuan kepada orang bapak, atas peristiwa yang menimpa satu keluarga saya, dari pencabulan anak saya, kami diancam dibunuh, dan anak-anakku sudah tidak sekolah,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Yarni bersama suaminya Sony Tehe Lase sudah membuat laporan ke Polres Madina pada Juli 2022 atas peristiwa rudapaksa yang dialami putrinya. Terduga pelaku AN alias AF (35) Warga Desa Singkuang l dilaporkan atas peristiwa tersebut. 

Namun, usai melaporkan kasus tersebut, Yarni bersama suaminya mendapat intimidasi yang diduga berasal dari keluarga pelaku yang dilaporkan. Bahkan mereka didatangi sekelompok orang, hingga menganiayanya.

Atas penganiayaan itu, Yarni bersama suaminya kembali membuat laporan ke Polres Madina pada Senin 17 April 2023 lalu.

Lewat video yang beredar di media sosial, Akun @official.polrestapsel ikut membuat komentar “Terima kasih atas informasinya dan mantag akun kita, karena ini di luar wilkum polres tapsel, maka informasi ini kita teruskan ke @polresmandailingnatal ya,” tulisnya ditutup dengan tangan saling mengatup.

Akun @Polresmandailingnatal ikut berkomentar yang isinya klarifikasi, bahwa untuk perkara rudapaksa sudah disidik dan tersangka dalam pencarian polisi (DPO).

“Sedangkan perkara aniaya sudah dalam tahap sidik,” tulisnya.

Usai video tersebut beredar di media sosial, masyarakat melampiaskan kekecewaannya lewat kolom komentar. Di antaranya diutarakan @al_nauzi “Kalo ga ada keadilan di negeri ini, akan ku buat sendiri keadilan itu,” tulisnya.

Komentar lain dari @ade_rongsocker “Gimana ini pak Kapolri.. Kasihan mereka rakyat menderita.. Padahal sudah melapor 1th lalu ke Polres,” tulisnya dengan emoticon menangis.

Seorang drummer Indonesia, Agus Teguh Prakoso Andarusman, dengan akun @sandypasband ikut angkat bicara. “Mohon atensi pak @jokowi @luhut.pandjaitan @listyosigitprabowo @dudung_abdurachman, ga boleh lagi ada preman2 daerah berkuasa!!!!,” sebutnya.

Editor: RW
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS