Apa itu Anensefali? Kenali Penyebab dan Cara Menanganinya

Bayi anensefali (anencephaly) ibarat mimpi buruk bagi semua orangtua yang dapat menimpa siapa saja. Anensefali adalah salah satu kelainan pembentukan tabung saraf janin pada bayi (Foto: Parboaboa/Felix)

PARBOABOA, Jakarta - Bayi anensefali (anencephaly) ibarat mimpi buruk bagi semua orangtua yang dapat menimpa siapa saja. Anensefali adalah salah satu kelainan pembentukan tabung saraf janin pada bayi. Penyakit ini mengakibatkan otak, tengkorak, tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi tidak terbentuk sebagaimana mestinya.

Lantas seperti apa itu Anensefali? Kenali penyebab dan cara menangani dengan menyimak ulasannya bawah ini.

Apa itu Anensefali?

Anesefali merupakan konfisi berbahaya yang menimpa bayi, di mana ia dilahirkan tanpa beberapa bagian otak dan tulang tengkorak. Risiko bayi untuk terlahir dengan kondisi ini akan meningkat ketika ibunya kekurangan asam folat selama kehamilan.

Anesefali ialah salah satu kelainan pembentukan tabung saraf janin. Penyakit ini membuat otak, tengkorak, tulang belakang, atau sumsum tulang belakang bayi tidak berbentuk dengan normal. Amatlah penting bagi kita untuk mengetahui cara menurunkan atau menangani risiko anensefali, mengingat belum adanya metode pengobatan yang bisa digunakan untuk menyelamatkan bayi dari kondisi ini.

Penyebab Anensefali

Untuk saat ini penyebab anensefali (anencephaly) belum diketahui secara pasti, namun ada sejumlah penyebab yang diduga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami kondisi ini, antara lain:

1. Kelainan genetik

2. Kekurangan nutrisi tertentu, terutama asam folat

3. Paparan zat beracun dari lingkungan dan obat atau makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil

4. Terlahir dari ibu yang menderita obesitas atau diabetes

5. Ibu sering terpapar suhu tinggi, misalnya saat berendam air hangat, mandi uap (sauna), atau demam

Adapun kekurangan asam folat kerap disebut sebagai penyebab kondisi tersebut. Asam folat (vitamin B9) sendiri merupakan salah satu jenis nutrisi yang terdapat pada banyak jenis makanan dan suplemen. Zat tersebut dibutuhkan wanita hamil untuk membantu menghasilkan sel darah merah, serta membantu perkembangan janin dan mencegahnya mengalami kecacatan.

Cara menangani Anensefali

Sama seperti yang awal dijelaskan, hingga kini belum ada metode pengobatan yang bisa digunakan untuk menyembuhkanm anensefali. ampir semua bayi yang menderita kondisi ini akan meninggal dunia dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari setelah dilahirkan.

Oleh karena itu, langkah pencegahan anensefali adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan yakni, Seorang ibu hamil perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari makanan bergizi seimbang. Khususnya makanan yang kaya akan asam folat.

Wanita usia subur dan berencana hamil dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram asam folat per hari. Sedangkan wanita yang sedang hamil perlu mengonsumsi asam folat sekitar 400–600 mikrogram per hari.

Sementara, pada wanita yang pernah melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf, asam folat harus dikonsumsi setidaknya 4 miligram (4.000 mikrogram) per hari, sejak satu bulan sebelum pembuahan. Asam folat bisa kita dapatkan dari suplemen kehamilan maupun dari makanan.

Berikut ini beberapa makanan yang kaya asam folat yang perlu kita ketahui:

1. Sayuran berdaun hijau

2. Kacang-kacangan

3. Hati sapi

4. Jeruk

5. Nasi

6. Roti

7. Sereal

8. Pasta

Selanjutnya, rutin memerikasa kehamilan ke dokter juga adalah langkah penting untuk mengantisipasi anensefali sejak dini. Dokter akan memberikan suplemen asam folat dan memberitahu jenis makanan apa saja yang perlu dikonsumsi selama hamil untuk mencegah anensefali pada janin.

Itulah penjelasan apa itu Anesefali, penyebab dan cara menanganinya, semoga bermanfaat!

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS