Apa itu Mom Shaming? Ciri-ciri dan Dampaknya bagi Ibu Baru

Ilustrasi mom shaming (Foto: weedmama.ca)

PARBOABOA – Setiap ibu selalu memiliki kisahnya sendiri bersama Si Kecil. Caranya berjuang tentu tidak sama dengan ibu lainnya. Menjadi seorang ibu tidaklah mudah apalagi bagi ibu baru yang belum memiliki pengalaman.

Berbagai komentar bernada mom shaming selalu terdengar di tengah perjalanan belajar menjadi seorang ibu yang baik. Sebagian komentar-komentar tersebut bukannya membuat mental  ibu semakin kuat,  justru membuat seorang ibu semakin tertekan.

“Loh, anaknya gak ASI ya? Sayang banget, nanti anaknya gampang sakit loh. Aduh.... anaknya sudah umur 8 bulan , kok badannya kecil banget? Kurang gizi ya, Bun.”

Familiar dengan kalimat-kalimat tersebut? atau jangan-jangan pernah berkata seperti itu pada ibu lainnya? Ketahuilah bahwa ungkapan-ungkapan seperti itu adalah contoh dari perilaku mom shaming pada ibu dan bayi.

Berikut ini Parboaboa sudah merangkum tentang mom shaming yang sering muncul di media sosial dan dampaknya yang umum terjadi.

Apa itu Mom Shaming?

Ilustrasi mom shaming (Foto: Freepik)

Mom shaming adalah mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas pilihan cara asuhnya karena berbeda dengan pilihan pelaku. Perilaku menjadi salah satu faktor yang membuat seorang ibu tertekan dan juga bisa berdampak bagi kesehatan mental seorang ibu.

Fenomena ini sering terjadi di lingkungan rumah atau tempat tinggal namun juga sering terjadi di dunia maya. Apalagi di era media sosial seperti sekarang ini. Siapa pun bisa dengan mudah mengomentari dan menghakimi orang lain dengan menggunakan jemarinya tanpa merasa bersalah.

Ciri-ciri Mom Shaming

Ilustrasi mom shaming (Foto: theAsianparent.com)

Tanpa disadari pelakunya, perilaku seperti itu dapat menyakiti perasaan seorang ibu. Berikut ini adalah ciri-ciri mom shaming yang kerap dilakukan , namun mungkin tidak disadari oleh banyak orang:

1. Mengkritik menjadi ibu rumah tangga atau berkarier

Dua hal ini selalu menjadi dilema bagi para wanita. Namun, bukan berarti Anda berhak menghakimi orang lain tentang pilihannya untuk sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak atau memilih untuk berkarier.

2. Mencela tentang pemberian ASI

Sebagian ibu mungkin tidak dapat memberikan ASI karena berbagai kondisi. Misalnya produksi ASI tidak ada yang disebabkan oleh penyakit dan sebagainya.

3. Mempertanyakan perkembangan bayi

Setiap anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda – beda. Bentuk mom shaming dalam konteks ini berupa kritikan atau mempertanyakan tumbuh kembang bayi atau anaknya.

Misalnya, beberapa orang yang mengomentari atau mengkritik seorang ibu karena anaknya belum bisa berbicara di usia 2 tahun. Hal ini juga bisa berkembang menjadi baby shaming, ketika orang tersebut menghina seorang bayi.

4. Mengkritik pilihan metode persalinan

Setiap wanita berhak memilih melahirkan secara normal atau operasi caesar, serta di rumah sakit, di bidan atau di rumah. Perilaku mom shaming yang kerap dilakukan banyak orang adalah dengan mengkritik metode melahirkan yang dipilih ibu lainnya.

Misalnya, orang-orang mengkritik keputusan seorang ibu yang memilih untuk melakukan operasi caesar tanpa memahami pertimbangan dibalik keputusan tersebut. Kritikan itu bisa dalam bentuk kata seperti, “belum jadi ibu kalau belum melahirkan normal” atau “ gitu aja kok gak kuat”.

5. Mengkritik pola asuh orang tua

Mungkin sebagian orang bermaksud untuk memberikan masukan dan mengoreksi tentang pola asuh seorang ibu. Namun hal tersebut dapat menjadi salah satu bentuk mom shaming. Oleh karena itu, jika Anda melihat bayi terlihat sehat dan gembira, sebaiknya tidak perlu mengkritik pola asuh yang dilakukan ibunya.

6. Mengomentari tubuh ibu lainnya

Bentuk lain dari mom shaming adalah mengomentari tubuh ibu lainnya, baik menyebutnya terlalu gemuk atau terlalu kurus. Tidak berkomentar atau hanya memberi saran jika diminta adalah cara terbaik untuk menghindari hal tersebut.

Dampak dari Mom Shaming

Ilustrasi mom shaming (Foto: theAsianparent.com)

Sebagian orang mengangap perilaku ini adalah hal yang wajar. Padahal perilaku tersebut bisa membawa dampak buruk bagi seorang ibu. Berikut ini adalah dampak yang bisa terjadi bagi para ibu korban mom shaming:

  • Rasa percaya diri menurun hingga megalami kecemasan
  • Bonding dengan anak kurang kuat
  • Memicu konflik dalam rumah tangga
  • Mudah sakit
  • Produksi ASI terhambat
  • Tidak nafsu makan
  • Stress

Kalimat-kalimat yang diucapkan para pelaku mom shaming bisa menyakiti hati seorang ibu yang mendengarnya, bahkan membuat kesehatan mentalnya juga terganggu. Ketika ibu terjebak dalam tekanan tersebut, maka ia akan kehilangan fokus dan justru akan melakukan lebih banyak kesalahan.

Akibatnya, ibu malah menyalahkan dirinya sendiri dan merasa tidak pantas menjadi seorang ibu hingga berujung pada depresi. Hal ini juga akan mempengaruhi kondisi bayi.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS