Indonesia Berpeluang jadi Penguasa Baterai Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia berpeluang menjadi penguasa baterai kendaraan listrik. (Foto: Pixabay)

PARBOABOA - Indonesia memiliki peluang yang cukup besar menjadi penguasa baterai kendaraan listrik dunia menyusul total permintaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan mencapai 55 juta unit di global pada 2040 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, dalam cara Indonesia Suistainbility Forum di Park Hyatt, Jakarta, dikutip Sabtu (9/9/2023).

Eko mengatakan, sebagai salah satu penghasil nikel terbesar di dunia, Indonesia mempunyai posisi strategis sebagai pemasok bahan baku baterai litium.

Tanpa nikel, demikian Eko, baterai litium tidak dapat diproduksi lebih lanjut lantaran proporsi nikel yang dibutuhkan jauh lebih besar.

Hal ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menguasai pasokan baterai kendaraan listrik di pasar global.

Merujuk Booklet Nikel 2020 yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan nikel Indonesia mencapai 72 juta ton. Total cadangan nikel tersebut mencakup cadangan nikel kadar tinggi (saprolit) dan nikel kadar rendah (limonite).

Data tersebut memperlihatkan 72 juta ton cadangan nikel ini merupakan 52 persen dari total cadangan nikel dunia yang mencapai 140 juta ton.

Menurut Eko, saat ini pemerintah sedang berupaya meningkatkan pemakaian kendaraan listrik melalui program akselerasi kendaraan listrik.

Program tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Roda Dua.

Selain itu, ada juga aturan turunan seperti Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1641 Tahun 2023.

Indonesia, kata Eko, mempunyai target lebih dari Rp3,28 trilun untuk investasi kendaraan listrik. Di sisi lain, penjualan kendaraan listrik untuk program akselerasi listrik sudah mencapai 1.489 unit hingga Agustus 2023.

Eko memproyeksikan, dalam kurun waktu 7 tahun mendatang program akselerasi kendaraan listrik di Indonesia akan mencapai 80% dari yang ditargetkan.

Pemerintah juga, lanjut Eko, akan melakukan kerja sama dengan forum Indo-Pacific Economic dalam rangka menurunkan emisi karbon serta akselerasi teknologi kendaraan listrik di Indonesia.


 

Editor: Andy Tandang
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS